Kamis, Februari 29, 2024
BERANDAPERTANIANWARGA MENGAKU KESULITAN PUPUK BERSUBSIDI, BENTUK KELOMPOK "SOH MO"

WARGA MENGAKU KESULITAN PUPUK BERSUBSIDI, BENTUK KELOMPOK “SOH MO”

PAKPAK BHARAT SUMUT – trenberita.info | Warga Desa Silima Kuta Kecamatan STTU Julu Kabupaten Pakpak Bharat Sumut, mengaku kesulitan pupuk bersubsidi sehingga menumbuhkan ide membentuk kelompok tani yang bernama SOH MO

Adapun rencana kelompok Tani tersebut yang di peruntukan nantinya tidak lain agar mereka mendapat perhatian dari pihak pemerintah secara khusus ke Dinas Pertanian dan perkebunan Pakpak Bharat, agar kelompok mereka dapat di bantu berupa bibit durian jenis musaking dan manggis stek, yang akan ditanam di kebun-kebun masyarakat itu sendiri menghindari kekosongan lahan

Adapun kelompok tani SOH MO tersebut yang beranggotakan 32 warga Desa tersebut dan ditambah kepengurusan yakni mulai dari ketua,sekretaris dan bendahara. Kelompok tani tersebut walaupun masih baru pengajuan, ternyata legalitasnya sudah sesuai dengan ketentuan yang di butuhkan pihak Dinas Pertanian, yakni kelompok tani harus sudah memiliki Akte notaris dan sudah terdaftar di perpajakan ( memiliki NPWP).

Ketua Karianus Tumangger dan didampingi  Bendahara Saiden Tumanggerketika menyampaikan surat permohonan permohonan kelompok SOH MO ke Kantor Dinas Pertanian Pakpak Bharat, (20/08/2019), ke ruangan bidang pertanian dan perkebunan, pada saat itu langsung di terima dudik, dalam kesempatan tersebut pihak pertanian langsung melakukan verifikasi data yang di sampaikan warga yakni permohonan kelompok tani,

BACA JUGA :  BUPATI DENGARKAN DAN TAMPUNG ASPIRASI SAAT BERTEMU DENGAN PPL PERTANIAN

” saya melihat permohonan Bapak ini sudah sangat bagus dan permohonan ini kami terima dan kami akan memproses nya sesuai dengan ketentuan sebagaimana Sistim yang ada di Dinas ini. Namun perlu kami sampaikan tahun ini, sesuai dengan permohonan ini yakni meminta bibit durian dan manggis, itu sama sekali tidak ada, namun kita akan perjuangan di tahun yang akan mendatang yakni 2020 mana kala pengajuan kita di tanggapi pihak provinsi dan pusat.

Kami juga sangat setuju dengan banyaknya kelompok tani di Daerah ini, namun kiranya kami mengharapkan kelompok tani yang telah terbentuk dapat memanfaatkan bantuan-bantuan yang telah di salurkan oleh pemerintah kepada masyarakat, karena kami juga manusia terbatas tidak mampu secara mendetail bisa kami pantau bantuan yang telah kami sampaikan nantinya. Namun yang paling penting jika Masyarakat itu sendiri mau berubah dan berpikir panjang bagaimana caranya bantuan itu bisa bermanfaat baginya khususnya untuk masa banjang bukan hanya sesaat,” tandas Dudik

Hal senada yang disampaikan Ketua kelompok SOH MO Karianus Tumangger, ” sebenarnya pak saya secara pribadi mulai ada Kabupaten pakpak Bharat saat ini sudah berumur 16 tahun setelah di mekar kan dari kabupaten Dairi, baru ini saya pernah nantinya terlibat dengan kelompok tani. Membuat saya dan teman-teman tertarik membuat kelompok ini tidak lain, setelah enam belas tahun lamanya Daerah ini sudah mekar, dan kami sesuaikan dengan begitu banyak bantuan ke  masyarakat oleh kepedulian pemerintah, namun tahun ke tahun pengamatan saya toh begitu-begitu saja perekonomian warga di Daerah ini.

BACA JUGA :  SMP NEGRI 2 SURO KEKURANGAN GURU

Dengan itu kami sepakat akan serius  memanfaatkan segala batuan yang di berikan ke kelompok kami nantinya. dan kami juga jika sudah ada bantuan tersebut ke kelompok kami ini, kirinya pihak pertanian jangan sungkan-sungkan untuk memberi nasehat dan pengawasan kepada kami, agar kami tidak salah manfaat dalam menerima bantuan itu nantinya

Bukan sebatas kami butuh bibit tersebut sehingga kami membuat kelompok ini, karena kami atas nama masyarakat di Desa itu sangat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi karena setiap kami datang ke tempat penjual pupuk tersebut mereka tidak mengasih pupuk bersubsidi jika tidak ada melalui kelompok tani,” tandasnya.(TB.Reseiva.NS)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!