TOKOH-TOKOH PAKPAK TERUS MEMBERIKAN PERHATIANNYA TERKAIT PENGUNDURAN 11 ORANG POKJA ULP PAKPAK BHARAT

    0
    151

    PAKPAK BHARAT SUMUT – trenberita.info | Terkait dengan 11 orang bersama-sama Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pakpak Bharat mengundurkan diri, tokoh – tokoh Pakpak di dari Daerah sampai yang ada di perantauan  terus memberikan perhatiannya demi kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat

    Ahmad Padang asli putra simsim Tokoh  Budayawan Pakpak  juga  Tokoh Masyarakat Pakpak, angkat bicara terkait isu 11 orang pengunduran diri Panitia Pokja Unit layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pakpak Bharat

    Dalam tanggapan Ahmad Padang (22/06/2019) terkait pengunduran Pokja ULP Kabupaten Pakpak Bharat, menurutnya hal tersebut ada beberapa indikasi yang perlu diluruskan oleh pihak Pemerintah Daerah itu sendiri, “ artinya pemerintah harus mampu mencari penyebab atas tindakan POKJA ULP secara bersama – sama dapat mengundurkan diri. Biasanya orang bisa mengambil kesimpulan apalagi dengan meletakkan jabatan dan tanggung jawab tentu ada pertimbangan khusus atau banyak pertanyaan.

    Contohnya, masih lanjut Ahmad Padang, biasanya terjadinya pengunduran diri khususnya di ULP tersebut dapat  terjadi karena adanya kita sinyalir intervensi oknum tertentu, apalagi itu dibagian internal pemkab. Jika hal tersebut terjad, Kita  apresiasi   sikap ULP dalam pengunduran diri yang dilakukan ULP. Karena wewenang komando sangat lebih besar  pada anggota,  sehingga mengkuatirkan menjalankan intervensi resiko hal itu sangat berbahaya bagi POKJA ULP itu sendiri.

    Apabila ada intervensi, secara fisiologis sangat wajar pihak ULP atau pokja mengundurkan diri mengingat Kabupaten Pakpak Bharat sampai saat ini masih dalam pantauan dalam persoalan kasus OTT Bupati Pakpak Bharat RYB non aktif secara umum boleh kita katakan seluruh pejabat Pakpak Bharat ada kekuatiran menggunakan anggaran,” pungkas nya.

    Ahmad Padang dalam himbauannya agar ULP Kabupaten Pakpak Bharat diharapkan mampu bertindak melalui ketentuan hukum sesuai perundang undangan tender, “ kita apresiasi  tindakan ULP yang telah menyelamatkan uang rakyat, namun demikian ULP  dan Pemkab harus berkoordinasi dengan tidak ada tendenius dari manapun,” papar nya lagi.

    Hal senada tanggapan Ketua Yayasan Pakpak Centre Senin (24/06/2019) yang berkantor di Perumahan Raffles regency Jln Raya Bojong Kulur No.58 Bojong Kulur, Gunung Putri Bogor Jawa Barat Anna Martina Sinamo melalui pesan singkatnya ke Redaksi trenberita.info ” yang  Ini yang saya antisipasi ketika pengangkatan PJ awal Januari 2019 kemarin. Ketika kekuasaan sudah ditangan pastinya rasa enak dan nyaman akan melanda.

    Sulit bagi kita untuk mengatur dan mengendalikan Single-sign-on (sso) yang sudah dalam posisi kekuasaan, karena ditangannya terletak keputusan.

    Sifat kita yang paling utama adalah tidak antisipatif, tidak mau sehati sepikir, selalu menganggap orang lain lebih hebat dari kita sendiri, duhul, dan sederet sifat sifat yang tidak pro pada kemajuan bersama.

    ULP mengundurkan diri, sementara pekerjaan harus tetap dilanjutkan, PJ terpaksa impor ASN Pemprov, kita rugi berlipat lipat.Sampai kapan kita tetap saling menggergaji, saling mematahkan, saling tidak mendukung ?

    Ketika kekuasaan lepas yang tersisa adalah SUNGUT SUNGUT dan KEMARAHAN YANG DIAM. Mari saudaraku, tidak mungkin orang lain memperdulikan suku dan lebbuh kita sendiri, pelajaran ini sangat berharga, hanya dengan persatuan bisa kita kuat dan mampu menjadi raja di Daerah kita sendiri.singkat Anna.

    Kewajaran Tokoh – tokoh Pakpak angkat bicara, mengingat belakangan ini kita masih belum bisa begitu melupakan terkait ke boomingan di Pakpak Bharat ini, dimana setelah booming tahun yang lalu kantor ULP Pakpak Bharat disegel KPK terkait dengan OTT Bupati RYB non aktif,  minggu lalu Pokja ULP Kabupaten Pakpak Bharat reme-rame mengundurkan diri dan kini kembali booming informasi terkait pengisian kekosongan POKJA ULP Kabupaten Pakpak Bharat disinyalir yang baru diangkat berasal dari ASN Prov. Sumut.

    TERKAIT PENGUNDURAN RAME-RAME POKJA ULP PAKPAK BHARAT MASIH PENUH TEKA TEKI MENGINGAT 11 ORANG OKNUM YANG MENGUNDURKAN DIRI MASIH MEMBISU.

    Hasil konfirmasi trenberita.info kepada Pemkab Pakpak Bharat melalui Kabag Humas Setda, Abdul Ghani Berutu, SE, MAP,(23/06/2019) via kontak pribadinya,

    [17:24, 23/6/2019] P. juniper sinamo: konfirmasi trenberita.info : sudah sejauh mana Keabsahan terkait pengangkatan Pokja ULP yg baru telah diangkat berasal dari ASN Prov. Sumut untuk mengisi ULP pakpak Bharat ?……

    berapa orang yang diangkat dari ASN Prov. Sumut ke ULP Pakpak Bharat ?……

    Apakah ASN Pemkab PB tidak ada lagi yg mampu untuk menjabati ULP Pakpak Bharat, sehingga harus mengimpor ASN Prov Sumut ?……

    berapa lama ASN Prov. Sumut menjabat di ULP Pakpak Bharat ?….

    [17:31, 23/6/2019] P. juniper sinamo: Sanksi atau Teguran apa yang akan dilakukan kepada 11 ULP PPB yang telah mengundurkan diri ?

    Disayangkan sampai berita ini dimuat (24/06/2019) belum ada jawaban sama sekali  dari Pemkab Pakpak Bharat melalui Kabag Humas Setda, Abdul Ghani Berutu, SE, MAP,(TB.01)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini