Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAPOLITIKTIGA PUTRA PAKPAK DISKUSI TERKAIT MENJELANG SATU TAHUN JABATAN PJ BUPATI PAKPAK...

TIGA PUTRA PAKPAK DISKUSI TERKAIT MENJELANG SATU TAHUN JABATAN PJ BUPATI PAKPAK BHARAT

PAKPAK BHARAT SUMUT – trenberita.info | Setelah hampir satu tahun jabatan PJ Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Sumut, setelah kejadian OTT mantan Bupati Pakpak Bharat RYB oleh KPK beberapa bulan yang lalu, kini mulai masyarakat setempat tersebut menilai tentang keseriusan PJ selama menjalankan tugasnya selaku PJ Bupati Pakpak Bharat.

Toni Berutu merupakan Ketu DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pakpak Bharat, dalam tanggapannya, dirinya menjelaskan bahwa mengharapkan kehadiran PJ Bupati kiranya mampu memberi lampu terang terhadap segala aspek, segala lini di wilayah Pakpak Bharat

“ Kita mengharapkan dengan keberadaan PJ Bupati Asren, kiranya mampu membawa Daerah ini menjadi ke lebih baik. Dengan contoh waktu dekat ini ada kita dengar tentang mutasi para ASN atau yang lainnya, kiranya dalam pelaksanaan mutasi tersebut benar-benar para ASN yang akan menduduki jabatan atau tempat kerja yang baru, sesuai dengan kepentingan percepatan mendorong kemajuan Daerah demi tercapainya pemerintah  yang kuat berkualitas, pungkasnya

Tempat yang sama P.Juniper Sinamo selaku pemerhati pembangunan Pakpak Bharat, menjelaskan melalui tanggapannya terkait hampir satu tahun jabatan PJ Bupati, dinya memberi penilaian khususnya, bahwa menurutnya terkait jabatan PJ tersebut masih banyak yang belum tepat dengan janji PJ itu sendiri ketika pada saat pertemuan perdana PJ menjabat PJ Bupati di Pakpak Bharat dimana pada ketika itu puluhan warga Pakpak Bharat melalui Lembaga Pakpak Centre menolak PJ Pakpak Bharat yang tidak mengetahui grapik dan kultur juga Budaya Pakpak di Pakpak Bharat itu sendiri.

BACA JUGA :  GERAKAN MAHASISWA PEDULI ANTI KORUPSI SUMUT RESMI SURATI MANTAN PJ KEPALA DESA TINADA

“ Saya selaku salah satu yang menolak keberadaan atau kehadiran  PJ Bupati Pakpak Bharat Asren Nasution ke Kabupaten Pakpak Bharat, dengan pertimbangan kami pada saat itu bahwa Asren sama sekali sepengetahuan kami belum pernah memahami kultur Daerah pakpak.

Nah setelah melakukan perundingan langsung antara pihak prokontra dengan hadirnya Asren dengan pihak pemerintah Pakpak Bharat, akhirnya kesepakatanpun terjalin dengan tujuan Asren selaku PJ Bupati Pakpak Bharat di terima oleh warga, dengan komitmen PJ akan bekerja melakukan perubahan dan mengedepankan kepentingan masyarakat baik itu meningkatkan kedisplinan para ASN, mengawal anggaran-anggara yang di gunakan para OPD, bahkan memproritaskan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat menjadi terlibat dalam  pengelola berbagai proyek yang ada di Daerah ini, demi tuntutan Otonomi Daerah juga mengingat masih rendahnya tingkat prekonomian masyarakat akibat minimnya lapangan kerja di Pakpak Bharat karena sudah 16 tahun umur Kabupaten namun para inspector tidak ada di Pakpak Bharat.

Namun apa yang terjadi, komitmen tersebut seakan hangus tertelan angin surga, dimana ASN belakangan ini semenjak PJ  Bupati selaku pemangku jabatan tertinggi di daerah ini, terlihat seakan puluhan ASN menjadi seakan tanpa pemimpin atau suka-suka bolos.

Teringat peroyek, baru-baru ini kita dengar para panitia pokja ULP rame-rame mengundurkan diri, bahkan dalam pelaksanaan proyek di Daerah ini pun, kebanyakan warga setempat menjadi penonton. Bukan hanya itu saja, bahwa terkait pelaksanaan proyek tersebut bahwa banyak terendus di berbagai SKPD yang terlibat dengan kegiatan pelaksanaan proyek terdapat  kabar – kabar tidak sedap yang sifatnya memalukan

BACA JUGA :  ANTUSIASME WARGA MUSLIM KAMPUNG BISKANG MENYAKSIKAN PEMOTONGAN HEWAN KURBAN

Selain itu juga, kita sudah pelajari LKPJ tahun anggaran 2018, terdapat di dalamnya ada yang sudah di pertanggung jawabkan melalui PJ Bupati beberapa nomen klatur yang kita anggap tidak sesuai. Namun kebetulan tanggal, 21 / 11 / 2019 saya dan teman – teman lainnya berencana akan berangkat ke Jakarta untuk mengulas berbagai temuan yang kita anggap tidak sesuai baik itu mengenai pelaksanaan proyek juga lainnya, pungkas sinamo.

Hal senada disampaikan Mahadi Lembeng SH, dirinya menjelaskan kiranya di waktu dekat para elemen dan tokoh Pakpak akan melakukan koordinasi lebih lanjut demi menindak lanjuti pertuan ketiga warga ini, (20/11/2019) di kediaman Ketua PAC Pemuda Pancasila di Salak.

“ Kita mengharapkan pertemuan ini merupakan pertemuan yang sifatnya awal dan akan berlanjut dengan menghadirkan para tokoh juga elemen lainnya, untuk membangun diskusi demi kemajuan Daerah ini, terkhusus demi kepentingan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat.

Saya secara pribadi sangat sedih melihat nasib warga Pakpak Bharat kalau para pemerintah tidak memikirkan bagaimana cara-cara meningkatkan prekonomian masyarakat ini, dan secara khusus langkah sdr Juniper Sinamo yang akan melakukan koordinasi ke pemerintah pusat demi kemajuan daerah ini tetap kita dukung artinya kita harus seperti pantun” bersatu kita utuh, bercerai kita runtuh. ” Tutupnya. (TB.Robinson Banurea)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!