Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAPERISTIWATAPANULI UTARA TUJUAN WISATA HARUS DIDUKUNG SEMUA MASYARAKAT

TAPANULI UTARA TUJUAN WISATA HARUS DIDUKUNG SEMUA MASYARAKAT

TAPUT SUMUT – trenberita.info | Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara diPimpin oleh Bupati Drs. Nikson Nababan. M.Si. dan Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat SH.

Visi dan Misi Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019 adalah. ” TAPANULI UTARA SEBAGAI LUMBUNG PANGAN DAN LUMBUNG SUMBER DAYA MANUSIA BERKUALITAS SERTA DAERAH TUJUAN WISATA.

17 KM dari Kota Tarutung menuju Kabupaten Tapanuli Tengah di Lobu Pining Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara 200 Meter dari Pinggir Jalan Besar menuju Persawahan Masyarakat terdapat Per kuburan MUNSON DAN LYMAN. yang bertuliskan MEMORIAL MARTIR Samuel Munson lahir (23/03/1804)di New Sharser Maine. Henry Lyman lahir (23/11)1809) di Northhampton, Amerika Serikat. Pada tanggal 9 Juli 1833.

Demikian Penjaga Per kuburan MUNSON DAN LYMAN yang mengaku Binner Lumban Tobing Generasi ke – 6 (enam) dari Raja Pangalamei Lumban Tobing yang membunuh Munson dan Lyman Hari Senin (15/07/2019) Pukul 08.00 Wiib.

Ia ceritakan Historis Sejarah Munson dan Lyman, ” para jemaat Baptis di Boston, Amerika Serikat, membuat perjamuan jemaat.

Dalam pesta itu, semua perhatian terfokus Kepada ke-dua pengkhotbah yang masih Usia muda.katanya

Samuel Munson dan Henry Lyman dan istri masing-masing berangkat membelah samudera menuju sebuah negeri jauh yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.ujarnya

Negeri tujuan Mereka adalah Hindia Belanda, menumpang kapal “ DUMKAN ”, dengan sebuah acara Seremonial pelepasan oleh Anggota Jemaat Gereja Baptis Boston. Katanya

105 hari, Munson dan Lyman melihat sosok Pulau Jawa, dan kapal mereka merapat ke Batavia (yang sekarang Pulau Jawa) Munson dan Lyman mendapat sambutan dari seorang Rohaniawan berkebangsaan Inggris, Gembala Madhurst. Selain dibekali pengetahuan teologia, mereka juga dibekali keterampilan medis. Dari surat-surat yang mereka kirimkan ke Boston, diketahui bahwa mereka sangat sibuk dengan para pasien yang datang.Jelasnya

Seiring waktu Munson dan Lyman menguasai Bahasa Melayu dan mengurus izin pada pemerintah Belanda untuk berangkat ke Tanah Batak. Katanya

Gubernur Jenderal Pemerintahan Belanda di Batavia memberikan Izin Untuk berangkat ke Tanah Batak yang menjadi impian Munson sejak ia sekolah theologi. Ia mendapatkan literatur yang menceritakan keindahan kawasan ini, berikut masyarakatnya yang masih menganut kepercayaan Animisme. Ungkap nya

Selasa (08/04/1834) Munson dan Lyman berangkat meninggalkan anak isteri di Batavia dengan menumpang kapal besar ” MENDERIKA ”. Mereka berada di antara para serdadu Belanda beserta tawanannya.ungkapnya

BACA JUGA :  POLRES TAPTENG LAKUKAN REKONSTRUKSI TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN.

(19/04/1834) dalam perjalanan makan waktu 11 (sebelas) Hari  tiba di Bengkulu. Munson dan Lyman tinggal di sini selama 4 hari. Lalu pada tanggal 26 April 1834, mereka sudah menjejakkan kaki di Padang. Terangnya

Gembala Gereja Belanda, Ward menyambut keduanya. Munson dan Lyman mendapat banyak informasi penting, dengan pengalaman Ward sudah pernah mengunjungi Tanah Batak (1824) oleh Ward, Bangsa  Batak adalah masyarakat yang ramah tamah yang pernah di sambutan Raja-raja Batak terhadap dirinya yang diiringi katanya

(17/06/1834) Munson dan Lyman tiba di Tanah Batak untuk Kali pertama di Sibolga di sambut hangat oleh  Pejabat Belanda Tuan Bonnet oleh (Tuan Bonnet red) memberikan perlengkapan  selanjutnya menuju Rura Silindung. Katanya

Dalam perjalanan, Munson dan Lyman disertai Datuk Mangkuto (Orang Suku Padang) seorang Juru Bahasa Batak , tukang masak, polisi, dan 8 pendamping lain. Rombongan kecil ini berangkat (23/06/1834) menembus belantara, lembah, dan pegunungan yang bergelombang selama 6 hari.Katanya

Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara

Kadang merangkak menuju Rura Silindung sebuah lembah yang datar dan indah di sebelah UtaraTapanuli dan ketika sampai di kampung Raja Suasa, Munson dan Lyman menerima saran dari Raja Suasa agar mereka menginformasikan lebih dulu kedatangan mereka di Rura Silindung. Saat itu kondisi di Rura Silindung diwarnai kemelut akibat ekses dari Perang Bonjol. Namun Munson dan Lyman memilih menghemat waktu agar segera tiba di Rura Silindung.katanya

6 (enam) hari sejak berangkat dari Sibolga, satu sore yang indah menyambut mereka di pinggiran sebuah kampung. Munson mengutus penerjemah untuk mengetahui keadaan di kampung tersebut sebelum memasukinya. Namun setelah beberapa jam, si penerjemah tak kunjung kembali. Menimbang cerita Gembala Ward, kedua misionaris itu tidak curiga kalau-kalau sesuatu telah terjadi.ujarnya

Dalam keadaan yang belum dapat memutuskan tindakan selanjutnya, tiba-tiba semak belukar di sekitar mereka terkuak dan berderak. Serombongan orang muncul dari balik pepohonan seraya berteriak, “ Mulak, mulak ma hamu ! ” (Pulang, pulanglah kalian!). Kedua missionari itu terkejut, dan pada saat yang sama mereka menyadari bahwa para pengikut lain telah menghilang, kecuali Jan.

Dengan Bahasa Isyarat Munson dan Lyman, berupaya menggambarkan maksud tulus kedatangan mereka ke daerah itu. Tapi komunikasi sudah terlanjur tidak nyambung, dan terjadilah miskomunikasi Melihat gelagat yang makin buruk, tiba-tiba Jan mengambil bedil yang dibawa Munson dari Padang, dan hendak menembak kannya ke arah orang ramai itu. Tindakan itu dicegah Munson. Tapi sayang, pada saat yang hampir bersamaan, terdengar letusan bedil dari arah lain dan Lyman roboh bercucuran darah.

BACA JUGA :  TMMD Ke-112 Resmi Dibuka Oleh Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor

Munson masih mencoba memberi isyarat dengan menunjukkan Alkitab yang dibawanya, tapi suasana terlanjur panas dan chaos. Ia dipukuli hingga jatuh tanpa ada perlawanan atau maupun menunjukkan rasa takut.

Jan melarikan diri dan bersembunyi di hutan. Ia berhasil lolos dan kembali ke Sibolga dalam keadaan payah, lalu menemui Tuan Bonnet. Informasi tentang insiden tersebut digambarkan oleh Jan.

Munson dan Lyman di arak ke Onan (Pasar) tempat Barter Tubuhnya di Potong-potong ada di rebus ada di Panggang di makan bersama oleh penduduk setempat dan Tulangnya di tanam (yang sekarang di bawah batu yang dari Amerika Serikat)

Kedua Misionaris itu dimakan bukan karena Kanibal akan tetapi Karena dendam kepada Belanda Sibontar Mata yang Sangat kejam pada Bangsa Batak, selain itu adalah Rahasia Tuhan saat bersamaan Tahun 1834 Ingwer Ludwig Nomensen Lahir.

Kasih Karunia Jesus Kristus kepada Bangsa Batak, Misionaris datang menempuh perjalanan berbulan-bulan agar orang-orang diselamatkan. Dan orang dari Gereja Baptis yang pertama melakukan itu. Misionari Baptis adalah yang paling awal memberitakan Injil baik di pulau Jawa maupun Jelasnya

Dari Historis Sejarah Munson dan Lyman perlu menjadi Objek Wisata Religi, Bagaimana kesiapan

Menjawab Pertanyaan Wartawan, Binner Lumban Tobing mengatakan, ada terjadi miskomunikasi Tahun 2017 dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara dan Kepala Desa setempat, namun dirinya yakin akan ada perbaikan di kemudian hari. Jelasnya

Ia. Katakan, ” Memang sudah perlu perawatan dan pelestarian MEMORIAL MARTIR Munson dan Lyman juga Akses masuk ke Lokasi.” Katanya

Di tanya bila Memorial Martir ini di usahakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sumber Dana dari Dana Desa bisa hasil di bagi 4 (empat). Satu Untuk Pemilik Lahan, Satu Untuk BUMDes untuk Pendapatan Untuk Desa (PADes), satu untuk Pekerjaan, satu untuk PAD Pemkab Taput. Dirinya hanya senyum tanda tanya.

Oleh : Demak MP Panjaitan (Pance)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!