Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAHUKUMTANAH PERBATASAN PROVINSI ACEH KEMBALI DISEROBOT OLEH WARGA PROVINSI SUMUT

TANAH PERBATASAN PROVINSI ACEH KEMBALI DISEROBOT OLEH WARGA PROVINSI SUMUT

ACEH SINGKIL – trenberita.info | Lahan perbatasan Provinsi Aceh kembali diserobot dan diklaim oleh warga Desa Kabupaten Tapanuli Tengah, Tepatnya daerah perbatasan Aceh-Sumut yang ada di Desa Lae Balno Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil. Rabu (28/08/2019)

Kembali terjadi penyerobotan lahan yang dilakukan oleh warga dua Desa Kabupaten Tapanuli Tengah yaitu Desa Saragih Barat dan Desa Sarma Nauli Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah yang berbatasan langsung dengan Desa Lae Balno Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil.

Selain lahan masyarakat desa Lae Balno yang sudah jelas masuk kedalam wilayah Provinsi Aceh, lahan kelompok tani Sejahtera yang luasnya 200 hektar juga diklaim oleh warga desa Saragih Barat dan warga desa sarma nauli Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah. Tim Peninjauan dan pengambilan titik koordinat perbatasan melakukan pengecekan ke lokasi Lahan sengketa.

Adapun tim yang melakukan pengecekan kelapangan terdiri dari:

1. Sekcam Danau Paris oleh Samsidah

2. Danramil Danau Paris Kapten Inf Sahidan

3. Kepala Desa Lae Balno Herman Tumangger

4. Kelompok Tani Sejahtera

5. Masyarakat Lae Balno

6. Perangkat Desa Lae Balno

7. Perwakilan Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Aceh Singkil yaitu Romi

8. Perwakilan dari Kesbangpol Aceh Singkil yaitu Zulkarnaini

9. Perwakilan Polsek Danau Paris oleh Aipda M Jaman

BACA JUGA :  SINERGITAS TNI-POLRI POLRES LAMPUNG UTARA BERIKAN UCAPKAN HUT TNI KE-74

Kepala Desa Lae Balno Herman Tumangger mengatakan “Telah ada Penggarapan lahan yang dilakukan oleh masyarakat Tapanuli Tengah yang dilahan kelompok tani Sejahtera yang sudah resmi sejak tahun 2015, disamping itu penggarapan yang dilakukan oleh warga Tapteng bukan hanya lahan kelompok tani masyarakat desa Lae balno saja, namun lahan di luar kelompok juga ingin mereka kuasai. Padahal jelas lahan itu masuk dalam wilayah Aceh dan milik masyarakat desa Lae Balno. ” Katanya

Sambungnya, Upaya telah kami lakukan yaitu kemarin kami turun langsung kelapangan dan memberikan teguran kepada warga Tapteng yang ada di lokasi, bahwa Lahan ini telah menjadi milik kelompok tani sejahtera, namun mereka tidak menggubris nya. Hari ini kami mendapatkan informasi bahwa Masyarakat Tapteng akan kembali menyerobot lahan dan akan mereka jadikan Kelompok tani mereka, serta ada informasi bahwa kami duga penggarapan yang dilakukan oleh warga dua desa dari Tapanuli Tengah ini mendapat dukungan dari pemerintah Tapanuli Tengah dan dijanjikan masing-masing setiap warganya akan mendapatkan tanah seluas 0,5 hektar dan dibiayai oleh pihak Kepala Desa mereka. ” Tandasnya

Sementara itu Sekcam Danau Paris Samsidah, mengatakan saya mendapatkan Informasi dari Bapak camat tadi siang mengenai adanya masalah antara masyarakat Lae Balno dengan Masyarakat Tapteng. Kami berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Aceh Singkil agar Segera menyelesaikan masalah ini karena kami sudah berusaha menahan Masyarakat Lae Balno supaya jangan bertindak semena-mena, sementara kita sama-sama lihat Masyarakat Tapteng tetap gencar melakukan penyerobotan lahan di luar wilayah mereka, jelas ini masuk wilayah dan peta pemerintah Aceh dan milik Masyarakat Desa Lae Balno. Apa yang terjadi saat ini akan kami laporkan kepada Pimpinan kami melalui Bagian Pemerintah sambil menunggu arahan dari Pimpinan.

BACA JUGA :  PENJELASAN KASUBBAG HUMAS PTP N I SYAIFULLAH SE PADA  MASYARAKAT

Perwakilan dari Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Aceh Singkil Romi, mengatakan kami di Perintahkan oleh Bapak Kabag Pemerintahan untuk melihat tempat dan mengambil titik Koordinat terlebih dahulu, Kemudian kami akan melaporkan kejadian ini kepada Pimpinan, agar pimpinan dapat segera mengambil langkah yang tepat.

Perwakilan Kelompok Tani Sejahtera dan bertindak sebagai Sekdes desa Lae Balno Ponisan Barasa mengutarakan, Kami mohon agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan sehingga tidak menimbulkan korban seperti kejadian pada tahun 2015 yang lalu. Jika Pemerintah lamban dalam penanganan masalah ini, bisa terjadi pertikaian karena lahan yang di garap saat ini adalah milik Kelompok tani Sejahtera. Katanya dengan nada tegas

Sambungnya, “saya dapat informasi bahwa ada dalam pembukaan lahan tersebut. ” (TB.Sarianto Tumangger)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!