Jumat, Juli 19, 2024
BERANDAHUKUMTAMBANG GALIAN C DIDUGA TAK BERIZIN DI KABUPATEN TAPANULI UTARA KIAN MARAK

TAMBANG GALIAN C DIDUGA TAK BERIZIN DI KABUPATEN TAPANULI UTARA KIAN MARAK

TAPUT SUMUT – trenberita.info | Maraknya kegiatan galian C di Kab. Tapanuli Utara yang terindikasi diduga tidak punya izin seolah-olah  kebal aturan. Sehingga kegiatan galian C tetap berjalan dengan aman tanpa ada rasa cemas sedikitpun, bahkan lokasinya juga berdekatan dengan Aliran Sungai Hasak.

Kegiatan tersebar di beberapa titik lokasi. Diantaranya penambangan galian C berupa tambang pasir sungai di Kecamatan Tarutung, kec. Sipoholon, galian C berjenis pasir sungai dan penambangan batu yang berlokasi di siarang – arang. Para pengusaha terlihat nekat beroperasi meski ditengarai belum mengantongi izin penambangan.

Maju banjarnahor dan Edison Ompusunggu Selaku pemerhati pembangunan tapanuli utara, membenarkan adanya aktivitas galian C penambang batu yang beroperasi di desa Siarang arang, kepada trenberita.info, Jum’at (30/8/2019) bahkan dia juga mengakui saat ini Desa Siarang arang memiliki lokasi penambangan batu.

Dia tidak memungkiri, meski disinyalir belum mengantongi izin, lokasi di penambangan Batu di Desa Siarang arang sudah cukup lama beroperasi, ” jelasnya.

Maraknya kegiatan galian C yang diduga tanpa izin ini mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berdampak pada pencemaran lingkungan. Alam menjadi hancur, dan masyarakat menjadi korban dari ulah tangan oknum yang tak bertanggungjawab itu.

BACA JUGA :   PEMUKULAN TERHADAP WARTAWAN MELANGGAR UNDANG UNDANG PERS

Lebih mirisnya lagi, akibat pengerukan tebing pegunungan yang dilakukan secara terus menerus, membuat tebing menjadi rawan longsor. Aliran sungai Hasak menjadi tercemar dan sangat membahayakan masyarakat.

Meski terus disorot dan telah menjadi polemik ditengah masyarakat, namun penambangan galian C tak berizin alias ilegal tetap saja beroperasi di Kabupaten Tapanuli Utara.

Pelakunya tak kapok-kapok, bahkan kian hari kian merajalela. Hal ini dikarenakan tidak adanya pengawasan serius dari pihak terkait. Sehingga membuatnya tetap mengoperasikan pertambangan, meskipun tanpa izin.

Berdasarkan Pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara disebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP (izin usaha pertambangan), IPR (izin pertambangan rakyat) atau IUPK (izin usaha pertambangan khusus) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 10 miliar.

Kemudian berdasarkan Pasal 68 ayat (1) disebutkan luas wilayah untuk satu IPR kepada perseorangan paling banyak 1 ha, kelompok masyarakat paling banyak 5 ha dan kepada koperasi paling banyak 10 ha.

Sedangkan pengertian pertambangan itu mengacu pada undang-undang diatas pengertian pertambangan termasuk pengelolaan dan penguasaan mineral dan Batubara yang antara lain meliputi eksplorasi, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan serta kegiatan pasca tambang.

BACA JUGA :  PEMKAB LAMPUNG UTARA GELAR SOSIALISASI PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Pada undang- undang tersebut pertambangan mineral adalah pertambangan kumpulan mineral yang berupa bijih atau batuan.

“Jadi galian C di wilayah Tapanuli Utara termasuk pertambangan mineral, dan aparat penegak hukum diminta segera usut, begitu juga dinas terkait segera meneliti dampak lingkungan di lokasi tambang tersebut”

Selain izin IUP dan IPR, pengelola juga harus memiliki izin khusus penjualan dan pengangkutan sesuai Pasal 161 UU No 4 Tahun 2009.

“Itu yang harus disidik pihak berwajib. Apakah pengelola telah memiliki IUP dan IPR serta izin penjualan dan pengangkutan. ”

Bila melakukan penambangan tanpa izin, merupakan perbuatan pengelola sudah dikategorikan bertentangan dengan program Pemerintah untuk memerangi “illegal mining.” Selain itu perbuatan pengusaha dinilai sangat berpotensi dapat merusak sumber daya alam.

Pengelola pertambangan termasuk galian C berdasarkan Pasal 96 UU No 4 Tahun 2009 memiliki 5 kewajiban diantaranya pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan, termasuk kegiatan reklamasi dan pasca tambang. (TB.Reno H)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!