Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAEKONOMISATPOL PP MONITORING ATAS PENYALAH GUNAAN GAS LPG 3 KG

SATPOL PP MONITORING ATAS PENYALAH GUNAAN GAS LPG 3 KG

TAPUT SUMUT – trenberita.info | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Bagian Perekonomian Tapanuli Utara bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaksanakan monitoring kelangkaan elpiji 3 Kg ke sejumlah tempat usaha di wilayah Kecamatan Tarutung untuk menekankan sasaran penggunaan elpiji subsidi yang tepat hanya oleh masyarakat kurang mampu.

“Hari ini kita menggelar monitoring untuk menjawab laporan masyarakat terkait kelangkaan elpiji 3 Kg di wilayah Tarutung, ” sebut Kepala Satpol PP Rudi Sitorus kepada trenberita.info, Senin (9/9/2019).

Monitoring digelar dengan menyisir sejumlah rumah makan, kafe, dan warung yang terdapat di wilayah Kecamatan Tarutung untuk menekankan penggunaan elpiji subsidi hanya oleh masyarakat kurang mampu sebagai sasaran utama program gas elpiji 3 kg.

BACA JUGA :  PW HIMMAH SUMUT : "SEKALI LAGI KAMI INGATKAN, COPOT DIRUT PTPN II "

“Tempat-tempat ini (rumah makan) menjadi sasaran kita karena hasil monitoring sebelumnya ke agen penyalur hingga pangkalan, sama sekali tidak terjadi kelangkaan elpiji sebagaimana laporan masyarakat. Artinya pasokan elpiji ke agen lancar-lancar saja, ” terang Rudi.

Dikatakan, sebelumnya seluruh pengusaha rumah makan telah disurati Pemkab melalui Bagian Perekonomian terkait kegiatan monitoring yang dilaksanakan hari ini.

“Saat penyebab kelangkaan bukan di agen atau pangkalan, setidaknya kemungkinan penggunaan yang tidak tepat sasaran seperti penggunaan oleh para pengusaha rumah makan dimungkinkan terjadi sehingga sasaran Monitoring kali ini untuk para pengusaha rumah makan, ” sebutnya.

Lanjut Rudi sitorus, kegiatan monitoring akan dilakukan selama satu bulan ke depan sebagai lanjutan monitoring yang telah dilakukan ke agen dan pangkalan yang ada.

BACA JUGA :  PEMERINTAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT ANTISIPASI KEBUTUHAN BAHAN POKOK

“Teknis monitoring jelas, saat ditemukan penyalahgunaan akan dilakukan penyitaan atas tabung gas dan menyurati agen dan pangkalan untuk menghentikan pendistribusian kepada pengecer yang kedapatan menyalurkan gas bersubsidi ke rumah makan, ” ujarnya.

Rudi menyebutkan, setelah pihaknya menggelar monitoring sejak pagi hari, belum ada temuan terkait penyalahgunaan di berbagai tempat usaha yang disambangi tim.

“Hingga saat ini, belum ada temuan terkait penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi ini. Nantinya, jika terbukti di lapangan, kedua pihak akan kita kenakan sanksi tegas atas penyalahgunaan gas elpiji ini, ” pungkasnya. (TB.Reno H)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!