Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAEKONOMIRATUSAN GEDUNG WALET CUMA SUMBANG PENDAPATAN SUBULUSSALAM 10JUTA PERTAHUN

RATUSAN GEDUNG WALET CUMA SUMBANG PENDAPATAN SUBULUSSALAM 10JUTA PERTAHUN

SUBULUSSALAM ACEH – trenberita.co | Setiap tahun Kota Subulussalam terus bertambah bangunan sarang walet dengan segala manfaat dan kekurangannyanya terhadap kehidupan perekonomian negeri Sada Kata ini, Rabu (19/02/2020).

Kepala Bidang Pendapatan BPKD Husodo,yang ditemui diruang kerjanya menyampaikan, bahwa berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pajak sarang burung walet adalah pajak atas kegiatan pengambilan dan/atau pengusahaan sarang burung walet.

Perwal Kota Subulussalam saat ini hanya menerapkan 2,5% per sekali panen kepada pengusaha walet.
Pengepul sarang burung walet juga kena Pajak Penghasilan (PPh).

Dari ratusan gedung sarang walet yang berdiri di Kota Subulussalam ini Bidang Pendapatan belum memiliki data valid tentang pengusahaan sarang walet yang telah menghasilkan.Didata kita ada 250an unit bangunan sarang walet dengan rincian Kec. Sp.Kiri dan Penanggalan ada 180 unit sisanya bertebar di Kec. Rundeng,Longkib,dan Sultan Daulat.

BACA JUGA :  DAMPAK VIRUS COVID-19 WARGA MENJERIT BAHAN POKOK NAIK HASIL PERTANIAN ANJLOK

Sayangnya dari bisnis yang menggiurkan keuntungan ratusan juta hingga milyaran rupiah pertahun tersebut pemasukan pendapatan ke daerah Kota Subulussalam hanya dibawah 10juta rupiah pertahun.Mengapa bisa begini?

Menurut Husodo mereka mengaku kesulitan memungut pajak sarang burung walet yang ditaksir bernilai miliaran rupiah.Dengan berbagai alasan masyarakat seperti telah membayar zakat red (hukum agama) dll.

Untuk itulah dalam waktu dekat pihaknya, akan segera mensosialisasikan tentang kewajiban bayar pajak transaksi penjualan sarang walet tersebut. Selama ini pengusaha burung walet kurang transparan. Seharusnya setiap kali selesai transaksi mereka lapor ke pendapatan, tapi kewajiban itu jarang atau lupa melapor dan menyetor pajaknya.

Dari puluhan pengusaha dengan ratusan sarang walet yang ada cuma satu orang yang bayar pajak yakni pengepul H.Semi, itupun karena kita datangi.Pada tahun 2019 pendapatan dari pajak walet cuma 6 juta rupiah, ujarnya.

BACA JUGA :  HUT KE-75 TNI, KODIM 0104/ATIM DIKUNJUNGI PERSONEL POLRES LANGSA DAN ACEH TIMUR

Husodo menghimbau diperlukan kesadaran para pengusaha sarang walet untuk membayar pajak tersebut.(TB.Dedy)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!