Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAPERISTIWAPUTRI SISWI SMP NEGERI 4 : "TETAPI DI RUMAH TAK ADA BERAS...

PUTRI SISWI SMP NEGERI 4 : “TETAPI DI RUMAH TAK ADA BERAS BUK”

ACEH TIMUR – trenberita.info | Putri Dewi Nilaratih (14) siswi SLTP Negeri 4 Peureulak ini terpaksa diantarkan pulang oleh temannya ke rumah akibat sakit perut saat proses belajar mengajar di sekolahnya. Putri tampak lesu dengan wajah agak pucat, keluh seperti tampaknya menahan kesakitan.

Saat ditanyakan gurunya pada putri, sambil meneteskan air mata Putri bercerita, bahwa ia tidak sarapan sewaktu pagi harinya saat mau berangkat belajar ke sekolah, sehingga merasa perih perutnya dan harus permisi kepada guru untuk berangkat pulang. Saat disarankan agar sarapan terlebih dahulu sebelum ke sekolah oleh gurunya, dengan nada sedih ia mengatakan di rumah tidak mempunyai beras buk katanya, sehingga tidak makan papar putri tambahnya.

“Bukan tak mau makan, tetapi di rumah tak ada beras buk,” jawab Putri sambil mengusap air matanya dengan jilbab sekolah yang tampak telah usang itu. Tidak lama berselang pihak sekolah pun memberikan makanan oleh sekolah, setelah habis makan ia pun diantar pulang ke rumahnya oleh temannya didampingi oleh gurunya.

Putri adalah anak keempat dari enam bersaudara pasangan Suparno dan Mariani yang tinggal di Dusun Tualang Masjid Desa Tualang, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur kabupaten Aceh timur tersebut.

BACA JUGA :  GECIK SIKORAN SALURKAN BLT DANA DESA KEPADA WARGA

Ia termasuk siswi yang rajin dan cerdas belajar di sekolahnya. Menurut gurunya kecerdasan Putri nilai yang pernah di capai ya dengan nilai di atas rata-rata, dan selama ini ia tidak pernah mengeluh dengan kondisi apapun saat belajar di sekolah. “Ia rajin pergi sekolah, dan baru ini mengeluh akibat sakit perut saat belajar tadi katanya ia tadi tak sarapan,” cerita Nurul Fadilah (27) salah seorang guru di sekolah Putri kepada media.

Berawal cerita itu pula, media ini pun mencoba menelusuri cerita terus menuju ke rumah siswi itu, selang beberapa saat setelah melewati sebuah jembatan baru dari pasar Peureulak menuju seberang sungai di Desa Tualang tersebut, tampak sebuah rumah kecil mungil yang beratapkan daun rumbia itu, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan  kondisi rumahnya itu dapur telah bocor dan lapuk akibat termakan usia rumah tersebut.

Ayah putri Suparno, dia adalah tidak mempunyai pekerjaan tetap, terkadang harus pergi keluar kota bekerja apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga serta istrinya itu. Saat ditemui media Putri sedang istirahat yang ditemani kakak dan adik perempuannya yang masih kelas 1 SD. ” Ayah ada sudah keluar sebentar kata adik putri, biasanya ayah kerja di Banda, karena ini mau dekat hari raya idul adha ayah pulang sebentar,” ucap Putri di dampingi adiknya.

BACA JUGA :  BENARKAH ADA OPD PAKPAK BHARAT  “TIDAK HIRAUKAN SURAT EDARAN SETDA” ?

Cerita Putri hari ini bukanlah akhir dari kisah pilu seorang  anak di Indonesia, yang terus berjuang dalam kondisi perut kosong demi mencapai cita-cita tapi sekaligus punya kecerdasan di sekolah ini perlu perhatian kita seriyus terhadap keluarga putri serta pemerintah setempat terlebih dinas sosial serta Geucik setempat .

Dengan tidak berapa lama lagi kita mengetahui dirayakan hari raya idul adha serta memeriahkan 17 Agustus  1945 Menjelang perayaan 74 tahun kemerdekaan negara Republik Indonesia  ‘kemerdekaan’ tapi kita sedih rupanya untuk sejengkal perut pun masih sangat susah untuk sebagian rakyat kita di pelosok kabupaten Aceh Timur ini masih sangat susah ini perlu  perhatian yang serius oleh pemerintah aceh timur ini.

Saat kita konfirmasi Dinas Sosial Aceh Timur tidak ada di tempat kata menurut informasi Kadis lagi dinas luar.(TB.Zainal/ardi)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!