Sabtu, Juli 13, 2024
BERANDARAGAMPROGRAM BANTUAN BEDAH RUMAH TIDAK TEPAT SASARAN ORANG BERADA DAPAT BANTUAN

PROGRAM BANTUAN BEDAH RUMAH TIDAK TEPAT SASARAN ORANG BERADA DAPAT BANTUAN

SIMALUNGUN SUMUT – trenberita.info | Salah satu program Pemerintah Pusat untuk mensejahtrakan masyarakat miskin adalah program bantuan bedah rumah. Bantuan yang sumber dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini bertujuan agar tidak ada lagi warga miskin yang menempati rumah tidak layak huni. Tetapi niat baik Pemerintah ini tidak serta merta berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan.

Seperti yang terjadi di Nagori (Desa) Tanjung Maraja Kec. Jawamaraja Bahjambi, Kab Simalungun, dimana ada ditemukan keluarga yang dikenal toke padi dan penyalur pupuk Berlan Nainggolan di Nagori tersebut mendapat bantuan bedah rumah.

Hal ini diungkapkan Sensus Tambunan kepada awak media saat ditemui di Nagorinya, Minggu (10/11/2019). Sensus mengaku heran kenapa warga yang seharusnya layak mendapat bantuan, malah tidak dapat. Justru yang mendapat bantuan bedah rumah toke padi dan penyalur pupuk di Nagori ini. Padahal disini masih banyak warga miskin yang seharusnya layak untuk dibantu.

Hal ini patut kita duga kalau bantuan bedah rumah di Tanjung Maraja sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) kata Sensus yang menurutnya tidak adil. Dengan disalurkannya bantuan ini kepada Berlan Nainggolan yang saya ketahui dia merupakan toke padi dan pupuk menandakan ada kong-kalikong antara panitia verifikasi dengan kelompok bedah rumah. Bukan itu saja saya juga menduga kalau pengusaha penyedia matrial bangunan kerja sama dengan ketua kelompok bedah rumah dalam hal harga satuan matrial bangunan. Hal inilah yang membuat saya akan membawa masalah ini keranah hukum ujar Sensus Tambunan yang juga ketua Lembaga Monitoring Hukum Dan Anggaran Indonesia (LMHAI) Siantar Simalungun.

BACA JUGA :  SUBULUSSALAM TUAN RUMAH PEKAN INOVASI GAMPONG TINGKAT ACEH TAHUN 2020

Selain itu informasi yang saya dapat dari warga yang menerima bantuan bedah rumah ini sama sekali tidak mengetahui harga satuan matrial bangunan yang dibelanjakan. Bukan itu saja warga juga tidak menerima nota bon barang. Warga hanya menerima matrial bangunan dirumah saat barang diantar. Dengan informasi yang saya dapat kuat dugaan kalau harga matrial bangunan di mark’up oleh pihak yang terlibat dengan kegiatan bantuan bedah rumah tegas Sensus.

Sementara itu salah satu warga yang menerima bantuan bedah rumah marga Simorangkir yang ditemui beberapa waktu lalu dirumahnya, mengakui kalau dia benar tidak memegang nota bon matrial bangunan yang dibelanjakan. Dia juga mengatakan kalau dia tidak menerima uang kontan, melainkan hanya barang matrial bangunan yang dia terima. Saat ditanya siapa yang belanja matrial bangunan, Morangkir dengan tegas mengatakan ketua kelompok bedah rumah Demson Simanjuntak bersama Berlan Nainggolan. Morangkir juga tidak menampik kalau saat pembelian barang matrial bangunan dia tidak diajak ke panglong, melainkan dia cuma menerima barang dirumah saat barang diantar ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Aceh Timur Lantik Direksi PDAM Iskandar SH. Periode 2019 - 2023

Saat ditemui dirumah bapak Simorangkir, ketua kelompok bedah rumah Demson Simanjuntak menghampiri awak media. Dia menerangkan kalau di Nagori Tanjung Maraja benar mendapat bantuan bedah rumah sebanyak 20 unit rumah yang sedang dibedah. Dan diperkirakan bulan ini telah selesai pengerjaannya kata Demson. Saat awak media mencoba menanyakan kebenarannya kalau salah satu warga yang diketahui toke padi dan penyalur pupuk mendapat bantuan bedah rumah, Demson membenarkannya dan tidak menyangkal hal itu. Ya memang benar dia mendapat bantuan bedah rumah tersebut, jelasnya kepada trenberita.info. Dia juga mengakui kalau barang matrial yang diantar panglong kerumah warga yang menerima bantuan bedah rumah selalu ikut mendampingi.

Disinggung siapa nama panitia yang memverifikasi rumah warga untuk mendapat bantuan ini, Demson “enggan” memberitahu namanya. Dia berdalih sambil mengatakan kalau dia tidak tahu sama sekali siapa namanya. Dia hanya memberitahu kalau panitia bedah rumah ini adalah seorang wanita suku jawa ungkap Demson yang sedikit agak kesal dengan pertanyaan awak media ini. Bukan itu saja dia juga tidak transparan memberitahu nama yang hadir dari pihak dinas PUPR pemkab Simalungun saat proses lelang harga matrial bangunan berlangsung dikantor Pangulu Kepala Desa. (TB.Hasudungan P)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!