Sabtu, Juli 13, 2024
BERANDAHUKUMPOLRES TAPANULI UTARA BERHASIL UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN KRISTINA GULTOM

POLRES TAPANULI UTARA BERHASIL UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN KRISTINA GULTOM

TAPUT SUMUT – trenberita.info I Petugas Polres Tapanuli Utara berhasil mengungkap tersangka pelaku  pembunuhan terhadap Kristina Gultom (20) Siswa SMK Karya Tarutung warga Desa Hutapea Banua Rea, Kecamatan Tarutung, Kab. Tapanuli Utara hari Minggu (04/08/2019). “Setelah petugas bekerja keras selama empat Hari akhirnya berhasil mengungkap tersangka pelaku pembunuhan terhadap korban Kristina Gultom di Desa Huta Pea Banua Rea tersebut.

Ter sangkanya adalah inisial RH warga desa setempat, ” kata Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen dalam konferensi pers nya Jumat (09/08/2019) di Mako polres Tapanuli Utara dini hari. Terungkapnya tersangka pelaku  pembunuhan Kristina Gultom tersebut, setelah petugas melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 13 orang saksi dan diantara ke tiga belas saksi, satu orang saksi yang melihat RH membonceng Kristina Gultom pada hari Minggu Sore. Dari kesemuanya saksi – saksi warga Desa Hutapea Banua Rea, salah satu di antaranya yakni RH selalu memberikan keterangan yang berbelit – belit kepada petugas. Setelah petugas terus memeriksa saksi yang satu itu, akhirnya dia mengaku bahwa dialah pelaku yang membunuh Kristina Gultom, Kepada petugas.

BACA JUGA :  PLT DISKOMINFO LAMPURA BUKA FGD SATU DATA INDONESIA

Tersangka RH menuturkan, pada saat korban Kristina Gultom melintasi dari jalan umum perladangan sitolu – tolu menuju dusun pangguan Desa Hutapea Banua Rea Kec. Tarutung Kab. Tapanuli Utara, seorang diri. Tersangka RH melintas dengan mengendarai sepeda motor merk Smash miliknya, dan saat itu RH menyapa korban mengajak korban untuk di bonceng karena tujuan mereka searah.

Namun saat itu korban tidak bersedia dan memaki – maki korban dan meludahi nya, merasa tidak terima dan emosi tersangka RH langsung memarkirkan sepeda motornya dan mengejar si korban. Setelah 10 meter mengejar korban, pelaku berhasil menangkap korban dan langsung mendorong korban hingga terjatuh. Tersangka RH langsung meninju bagian wajah dan bibir korban sebanyak tiga kali hingga robek, setelah korban lemas, tersangka menyeret korban sejauh 10 meter dan mencekik leher korban dengan tangan pelaku RH selama 15 menit, sehingga mata korban mengeluarkan air mata dan hidung korban mengeluarkan cairan darah dan cairan hitam.

BACA JUGA :  BPK DAN INSPEKTORAT DIPASTIKAN BUPATI AKAN TURUN EVALUASI PROYEK FISIK

Setelah korban tidak bergerak tersangka RH mengambil Handphone merk nokia milik korban dan membuangnya ke semak semak, dan kemudian tersangka merogoh kantong celana si korban, dan mengambil satu lembar uang pecahan Rp 5000, selanjutnya mengantongi uang tersebut. Dan si tersangka kembali menyeret korban sejauh 50 meter kearah pohon bambu dan salak.

Tersangka kini diamankan di tahanan Polres Tapanuli Utara untuk diproses lebih lanjut dan masih menunggu hasil Outopsy dari RS Djasemen Saragih pematang siantar. Tersangka akan diancam dengan pasal berlapis  yakni pasal 338 KUHPidana ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan pasal 365 ayat (3) pencurian dengan kekerasan yang disertai dengan pembunuhan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (TB.Reno Hutabarat)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!