• Desember 2, 2021
  • Last Update November 15, 2021 1:07 pm
  • Indonesia

PMII dan HIMMAH Sumut gelar FGD Pemeliharaan Kamtibmas dengan Moderasi Agama

PMII dan HIMMAH Sumut gelar FGD Pemeliharaan Kamtibmas dengan Moderasi Agama

Medan – trenberita.co | Pengurus Koordinator Cabang PMII Sumatera Utara dan Pimpinan Wilayah HIMMAH Sumatera Utara gelar Focus Group Diskusi (FGD) dengan mengangkat Thema Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dengan Pengarus utama Moderasi Beragama dalam memperkokoh NKRI di Hotel Garuda Hotel Plaza Medan, Kamis, (08/07/2021).

Dalam kesempatan tersebut Ketua PMII Sumut Azlansyah Hasibuan mengatakan bahwa FGD ini dilakukan sebagai salah satu semangat kami khususnya mahasiswa yang memiliki peran serta tanggung jawab untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

” Kamtibmas adalah kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional yang ditandai dengan terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman”, papar Azlan

Beliau juga menyampaikan keterkaitan dengan moderasi Agama, bahwa Agama adalah jalan manusia untuk mengenal Tuhan dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bangsa yang majemuk diharapkan saling toleran dan tidak saling menyalahkan dalam mencari jalan untuk mengenal Tuhan, agama dan bangsa adalah hal Fundamental yang tidak bisa dipisahkan sehingga generasi muda diharapkan akan menjadi pionir dalam moderasi beragama terkhusus kader PMII

Sementara Ketua PW HIMMAH Sumut Sukri Soleh Sitorus mengatakan bahwa Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, radikalisme, ujaran kebencian, hingga retaknya hubungan antar umat beragama, merupakan masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.

” kita harus bersikap terbuka serta menerima bahwa diluar diri kita ada saudara sebangsa yang juga memiliki hak yang sama dengan kita sebagai masyarakat yang berdaulat dalam bingkai kebangsaan. Masing-masing orang memiliki keyakinan di luar keyakinan atau agama yang mesti kita hormati dan akui keberadaannya, untuk itu kita perlu terus menerus bertindak dan beragama dengan cara moderat “, papar Sukri

BACA JUGA :  CALON KEPALA SEKOLAH HARUS MEMILIKI SERTIFIKAT DIKLAT

Lebih lanjut Sukri memaparkan bahwa agama dan Negara adalah dua sisi mata uang yang berbeda namun saling berhubungan. Agama membutuhkan tempat untuk para penganutnya menjalankan ajaran agama dengan tentram dan nyaman, dan negara membutuhkan agama untuk sosial kontrol dan nilai-nilai agama demi kesehatan bernegara.

FGD yang dilaksanakan PMII dan HIMMAH Sumut mengundang dua tokoh pemateri yakni Hidayat Syahputra dari Aktivis Muda NU Sumatera Utara dan Eko Marhaendi dari Badan Kajian Strategis Al-Wasliyah serta puluhan peserta diskusi dari kalangan aktivis mahasiswa. (Lambok)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *