Jumat, Juli 19, 2024
BERANDAEKONOMIPERDAMAIAN PEDAGANG IKAN DIAMBIL ALIH PEMERINTAH ASEL DAN SUBULUSSALAM

PERDAMAIAN PEDAGANG IKAN DIAMBIL ALIH PEMERINTAH ASEL DAN SUBULUSSALAM

SUBULUSSALAM ACEH – trenberita.info | Senin(29/07/2019) Sekira pukul 10.00wib rombongan pemerintah Kabupaten Aceh Selatan (Asel) yang dipimpin Wakil Bupati Tgk.Amran bertemu Walikota Subulussalam H.Affan Alfian Bintang,SE di kantor Walikota dalam rangka membahas penyelesaian permasalahan antara pedagang ikan kedua daerah.

Di ruangan kantor Walikota juga terlihat hadir rombongan Muspida Asel seperti Kabag Ren Polres Asel,Wakil Walikota, Unsur Muspida Plus Kota Subulussalam diantaranya Wakapolres Aceh Singkil-Subulussalam,Kasdim 0118 Subulussalam,instansi terkait dan para pedagang ikan kota Subulussalam – Aceh Selatan.

Diawali dengan pemaparan Camat Sp.Kiri yang memaparkan awal kronologis terkait insiden tersebut.Diantaranya kesepakatan kedua kelompok pedagang ikan yang isinya dilarang berjualan di pinggir jalan di kec.Sp.Kiri.Tapi kesepakatan tersebut tidak berjalan,tetap saja ada yang jualan di pinggir jalan sehingga memicu keributan.Dan puncaknya pasca pelantikan Walikota (14/05/2019) terjadi keributan besar antara pedagang ikan Asel dan Subulussalam di Jln.T.Umar depan kantor PNA, hingga diamankan Polsek Sp.Kiri, di damaikan dan pedagang ikan Subulussalam diberi sanksi ganti rugi untuk perdamaian tersebut.Kemudian beberapa waktu lalu seorang pedagang ikan ditahan pihak Polsek Sp.Kiri sampai hari ini persoalan tersebut belum selesai,paparnya.

BACA JUGA :  JALAN LINTAS KE DESA LAEMBENTAR PERLU PERHATIAN

Admir dan Firdaus perwakilan pedagan ikan asal Asel mengatakan pada tahun 2017 saya diangkat sebagai ketua moge Bakongan Trumon.Tadi malam kami bermusyawarah jika pihak Pemko melarang berjualan ikan keliling maka keputusan itu kami terima.Tapi kami mohon pisahkan lokasi jualan kami dari pedagang ikan kota Subulussalam agar tidak terjadi gesekan. Untuk masalah proses hukum terhadap pedagang ikan Subulussalam apapun keputusan hari ini kami terima.

Perwakilan pedagang ikan kota Subulussalam H.Rusyid menyampaikan masalah insiden di depan kantor PNA tersebut sudah selesai di kantor polsek Sp.Kiri semua dokumen ada sama saya.Tapi entah kenapa bisa masih berlanjut ujar Rusyid.

Kabagren Polres Aceh Selatan Kompol Rajiun S.B dalam pertemuan tersebut menyampaikan intinya pada pagi hari ini kita cari solusi agar tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan. Dan untuk permasalahan ini dapat kita pisahkan antara proses hukum dan proses perdamaian yang di mediasi antara kedua pemerintah hari ini,ujarnya.

Wakapolres Aceh Singkil Subulussalam Kompol Sutan Siregar,menghimbau agar pedagang kedua belah pihak jangan mudah terprovokasi. Dan untuk masalah penegakan hukum terkait kasus ini bila secara subjektif dan objektif layak di proses,maka kita proses ujarnya.

BACA JUGA :  BIMTEK PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA DIDUGA SEPERTI TIDAK BERARTI

Kasdim 0118/ Subulussalam Mayor Inf M.Ramadhan menyampaikan apapun hasil keputusan mediasi kita hari ini agar dijalankan dengan baik.Dan bila ada yg masih ingin menyampaikan uneg-uneg,sekarang inilah disampaikan,ujarnya.

Wakil Walikota Subulussalam Drs.Salmaza menyampaikan marilah kita ambil hikmahnya atas kejadian ini.Mungkin karena peristiwa ini terjalin silaturahmi yang lebih baik lagi antara kedua pemerintahan.

Wakil Bupati Asel mengatakan semua pasti tidak menginginkan peristiwa ini terjadi.Untuk itu saya berharap serta meminta pihak Pemko Subulussalam untuk menempatkan pedagang ikan asal Aceh Selatan pada tempat yang selayaknya.

Walikota Subulussalam H.Affan Alfian Bintang,SE menanggapi hal ini mengatakan sebagai seorang yang berbasic pedagang saya merasakan keluhan para pedagang tersebut.Dan tentunya saya akan menanggapi segera permintaan mereka ini.Tapi juga memohon kepada para pedagang untuk mematuhi Qanun Kota Subulussalam no 7 tahun 2015 tentang ketertiban fasilitas umum dan menjalankan hasil kesepakatan kita hari ini ujarnya. Sampai berita ini di turunkan proses perdamaian sedang berlanjut,(TB.DEDI)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!