Kamis, Februari 29, 2024
BERANDAPOLITIKORGANISASI KEMAHASISWAAN ISLAM SIKAPI PERMASALAHAN BANGSA

ORGANISASI KEMAHASISWAAN ISLAM SIKAPI PERMASALAHAN BANGSA

MEDAN SUMUT – trenberita.info | Pada hari Kamis, tanggal 05 September 2019 Organisasi Kemahasiswaan Islam Kota Medan menggelar Diskusi Bersama di Warung Community Jl. Sisingamangaraja, Kota Medan.

Dengan membahas 3 permasalahan bangsa yaitu Kerusuhan Yang Panjang di Papua, Wacana Kenaikan Iuran BPJS, dan Rencana Pemindahan Ibukota Indonesia.

Angga Fahmi selaku ketua umum IMM Kota Medan mengatakan bahwa konflik dan kerusuhan berkepanjangan yang terjadi di Papua salah satunya disebabkan kesalahpahaman yang lambat di antisipasi pemerintah, dan kurang tegasnya penindakan pada orang-orang yang menyebar fitnah dan provokator sehingga gejolak amarah warga papua tetap terjadi sampai saat ini.

Jadi langkah solusi nya ialah Pemerintah Pusat (Presiden RI), Pemerintah Provinsi yang terkait, Kapolri, Panglima, tokoh agama, toko adat, kepala suku harus duduk bersama-sama untuk merajut lagi persaudaraan dan menyelesaikan keseluruhan konflik yang terjadi sehingga permasalahan ini tidak semakin melebar dan rumit untuk diselesaikan.

Juga mendesak pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi untuk benar-benar mensejahterakan seluruh warga yang ada di Papua. Karena Papua adalah salah satu bagian dari NKRI yang memiliki sumber daya alam sangat melimpah harus kita Pertahankan bersama-sama. Ujar Angga Fahmi selaku Ketum IMM Kota Medan

Ali Rahman Ketua umum PMII Kota Medan mengatakan dengan beredar nya berita pemerintah rencana akan menaikkan iuran bpjs dari berapa kelas yang ada, hal ini menimbulkan polemik dikalangan masyarakat, pemerintah hari ini tidak bisa mengendalikan ekonomi negara dikarenakan kurangnya pengawasan terhadap sebuah program bpjs yang selama ini dikendalikan pemerintah itu sendiri, pemerintah juga mengatakan adanya defisit atau penurunan terhadap bpjs, ini ada apa kenapa bisa sampai terjadi, seharusnya pemerintah harus mempunyai beberapa kajian kajian terlebih dahulu sebelum membuat berita yang meresahkan masyarakat khususnya yang bpjsnya berada di golongan 3, kita juga sudah mendengar beberapa dari wakil rakyat yang ada di komisi IX dan Xl sama sama tidak sepakat jika terjadi rencana kenaikan iuran bpjs pada awal januari 2020, kami dari kalangan mahasiswa OKI Kota Medan sangat begitu menjerit dan menolak mendengar berita tersebut. ujar Ali Rahman Sihombing

BACA JUGA :  PL KB ADAKAN PERTEMUAN KELOMPOK KERJA KAMPUNG KB DI DESA NAPATALUN PERLAMBUKEN

Lanjut Hadi Mansyur selaku Ketua Umum KAMMI Medan meyakini bahwa pemindahan ibukota negara terkesan sangat terburu-buru, masih banyak hal-hal prioritas yang meski di dorong oleh pemerintah saat ini berkaitan dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil, pendidikan dan kesehatan yang mahal, lapangan pekerjaan yang sulit, serta kebijakan-kebijakan yang belum berpihak kepada rakyat. Kita tidak menginginkan Mega proyek pemindahan ibukota pada akhirnya menjadi beban negara, dan tidak memberikan solusi bagi perbaikan negara hari ini ujar ketua Hadi Mansyur Perangin-angin.

Di akhir kegiatan Ketua Umum HIMMAH Kota Medan “Ilham Fauji Munthe” menyampaikan kita sesama anak bangsa indonesia harus menjaga NKRI, Papua Indonesia, Indonesia Kita, dan tentunya kita mahasiswa sebagai agen of control social kita harus menyuarakan hak hak rakyat, mengkritik kebijakan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat, sebagai mana kita harus ikut mendorong upaya percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat indonesia sebagai fungsi agen of change.

BACA JUGA :  JELANG NEW NORMAL BAKTI BRIMOB ACEH SEMPROTKAN CAIRAN DISINFEKTAN DI TERMINAL TYPE A KOTA LANGSA

Rencana pemerintah ingin menaikkan iuran BPJS 100% pada 1 januari 2020 harus sama sama kita tolak karena ini sangat berdampak buruk bagi masyarakat miskin yang nantinya tidak mampu untuk membayar iuran tersebut, selanjutnya pemerintah yang ingin memindahkan Ibukota Indonesia ke kalimantan, kami akan dukung kalau ini untuk kepentingan Ummat dan kesejahteraan rakyat Indonesia namun jika ini hanya kepentingan pribadi atau kelompok elit pejabat dan pihak pihak asing maka secara tegas kami menolaknya, kami berpikir ini kok hampir sama kaitannya dengan film hitler.

Karena Indonesia adalah rumah kita bersama. Para pemuda dan mahasiswa kita bangun dan majukan Indonesia dengan persatuan, wawasan keilmuan, inovasi ekonomi yang kreatif dan positif untuk memajukan bangsa. Tutupnya (TB.Resiva.NS)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!