Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAUncategorizedOPERASI PATUH TOBA POLRES TAPUT 835 PENGENDARA DITILANG DAN 132 DIBERIKAN TEGURAN

OPERASI PATUH TOBA POLRES TAPUT 835 PENGENDARA DITILANG DAN 132 DIBERIKAN TEGURAN

TAPUT SUMUT – trenberita.info | Selama dua minggu pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019 yang digelar Sat Lantas Polres Tapanuli Utara Provinsi Sumatra Utara sejak 29 Agustus – 11 September 2019 di wilayah hukum Polres Tapanuli Utara, sebanyak 835 pengendara Motor dan mobil ditilang dan 132 dikenakan teguran.

” 835 pengendara yang ditindak terdiri dari 79 orang ASN, 276 orang pegawai swasta, pelajar 190 orang, pengguna knalpot Racing sebanyak  186 orang dan sopir angkutan sebanyak 104 orang, ” jelas Kasat Lantas Polres Taput AKP Alsem Sinaga kepada trenberita.info, Kamis (12/9/2019).

Alsem juga menjelaskan, dari 835 tilang masing – masing terdiri dari 359 SIM, 404 STNK dan 72 penahanan kendaraan bermotor.

BACA JUGA :  BPJS KETENAGAKERJAAN SASAR PERANGKAT DESA KOTA SUBULUSSALAM

” Kendaraan yang ditilang akibat melakukan pelanggaran terdiri dari  624 pengguna sepeda motor dan 91 pengemudi  mobil penumpang, 11 pengemudi bus, 63 pengemudi mobil barang dan  46 pengemudi mobil pribadi, ” terangnya.

Pengendara ditilang kata Alsem, dikarenakan melakukan pelanggaran lalu lintas saat berkendara dan tidak memiliki kelengkapan surat – surat kendaraan seperti SIM dan STNK.

” Sebelum melakukan kegiatan Operasi Toba, kita terus melakukan sosialisasi ke sekolah – sekolah, lewat radio, spanduk, media cetak dan lingkungan masyarakat. Tujuannya supaya masyarakat selalu mematuhi peraturan dan tertib berlalu lintas, ” ujarnya.

Alsem juga mengungkapkan, kepada pengendara supaya selalu mematuhi peraturan lalu lintas untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA :  PJ BUPATI BERIKAN MOTIVASI PADA KONTINGEN PORPROVSU PAKPAK BHARAT

” Kalau bagi pengemudi sepeda motor diharapkan gunakan helm dan kelengkapan surat – surat kendaraan. Untuk pengemudi mobil selalu gunakan sabuk pengaman dan jangan ugal –  ugalan dalam mengemudi. Kita juga menghimbau bagi para pelajar, jangan memakai knalpot Racing untuk kendaraannya karena menimbulkan kebisingan dan sudah meresahkan masyarakat. Saya sudah tekankan kepada personil di lapangan supaya menindak pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot racing, ” tuturnya.(TB.Reno Hutabarat)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!