Kamis, Februari 29, 2024
BERANDAHUKUMMAHASISWA MINTA KEPASTIAN HUKUM KASUS BUPATI LABURA

MAHASISWA MINTA KEPASTIAN HUKUM KASUS BUPATI LABURA

MEDAN SUMUT – trenberita.info |  Massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Labura Bersatu
mendatangi Mapolda Sumut terkait persoalan kasus Bupati Labura yakni dugaan
penyelewengan anggaran Dana Bagi Hasil (DBH), Pajak Bumi Bangunan (PBB) Labura tahun
2013 hingga 2015.

Dalam orasi tersebut (22/7/2019)  Amansyah Hakim ketua Gerakan Mahasiswa (GEMA) Labura
menyatakan bahwa kami mengapresiasi kinerja Bapak Kapolda Sumatera Utara dalam hal
keseriusan dalam mengusut tuntas dugaan penyelewengan anggaran yang melibatkan
bupati Labura pungkasnya.

Hal yang senada disampaikan Sukri Soleh Sitorus ketua Ikatan Mahasiswa (IMA) Labura
mengatakan di usia 11 tahun kab Labura menjadi beban moral bagi dua periode Bupati
Labura H. Khairuddin Syah Sitorus, SE. capaian yang tidak sesuai dengan janji kampanye dan
juga visi misi sewaktu mencalonkan Bupati.

Lanjut Sukri Sitorus misalkan saja persoalan infrastruktur jalan di Labura yang tak kunjung tuntas, yakni di dua kecamatan Kualuh Hilir – dan Kualuh Leidong dari dulu sampai sekarang jika hujan turun berkubang lumpur jika musim kemarau berhambur abu. Padahal Kecamatan Kualuh Hilir salah satu dari 8 kecamatan se kab Labura yang memiliki taman makam pahlawan. Artinya kecamatan kualuh Hilir sebagai icon sejarah kemerdekan di Labura. Namun yang disayangkan bupati seolah tutup mata, dengan kondisi jeritan rakyat di Labura terkhusus di Kecamatan Kualuh Hilir.

BACA JUGA :  BUPATI PAKPAK BHARAT LANTIK 60 ASN

Sukri Sitorus menilai bobroknya 2 periode kepemimpinan Bupati Labura yang ada hanya mempertontonkan keterkaitan dugaan keterlibatan kasus Penyelewengan anggaran DBH, dan PBB Labura 2013 – 2015. Lain lagi halnya persoalan pungli diduga dilakukan oleh Kepala Dinas PMD Labura terhadap 82 Kepala Desa Se Kab Labura Rp. 5.000.000 per Desa.

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Labura Bersatu
mendatangi Mapolda Sumut

Sambung Sukri Sitorus baru – baru ini diduga kuat adanya mark-up pada kegiatan Bimtek Kepala Desa Se Kab Labura dilaksanakan oleh PMD Labura bekerja sama dengan pihak ketiga yakni Lembaga Kajian dan Pengembangan Otonomi Daerah Unggulan (LKPODU) diduga kegiatan tersebut berlanjut cuma 2 hari yang menelan biaya Rp. 1 Milyar Lebih.

Sukri juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Labura rawan Pungli dan diduga kuat adanya jual beli proyek diduga dilakukan oleh anak Bupati Labura disinyalir demi untuk penggalangan kepentingan money politik pilkada 2020 yang akan datang. Hal tersebut jelas sudah bertentangan dengan Undang Undang.

Dalam aksi tersebut massa meneriakkan untuk segera berikan kepastian hukum dan untuk menetapkan Bupati Labura sebagai tersangka kasus penyelewengan anggaran DBH, dan PBB Labura tahun 2013 – 2015. Teriak massa.

BACA JUGA :  PELANGGARAN SYARIAT ISLAM DI KABUPATEN ACEH TAMIANG MENDAPAT HUKUMAN CAMBUK

Menanggapi hal tersebut perwakilan Humas Polda Sumut yakni menjumpai kerumunan massa R.E Samosir menyatakan terimakasih kepada adik-adik mahasiswa memberikan dukungan moral kepada kami dan kami akan sampaikan aspirasi ini kepada pimpinan ungkapnya.

Kemudian R.E. Samosir memfasilitasi perwakilan masa berdiskusi ke Ditkrimsus Polda Sumut di sambut oleh Kompol Hongkop Sihombing Kanit I Kasubdit III Tipikor Krimsus Polda Sumut, dalam diskusi tersebut H. Sihombing mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Mahasiswa yang masih peduli dalam persoalan yang ada di daerah dan terus mengawal kasus ini.

Lanjut H. Sihombing menjelaskan bahwa Polda Sumut serius dalam menangani kasus dugaan penyelewengan anggaran DBH, PBB Labura tahun 2013 – 2015, penggeledahan kantor BPKAD Labura kemarin adalah bentuk keseriusan polda sumut menangani kasus ini dan ini sudah masuk ke tahap penyidikan. Dan masih menunggu hasil audit kerugian negara dari tim ahli dan BPKP perwakilan Provinsi Sumatera Utara.

Kami tetap serius bahwa dalam hal ini Polda Sumut yang gencar melakukan OTT terhadap Koruptor yang ada di Sumatera Utara. (TB.Benni Gultom)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!