Kamis, Februari 29, 2024
BERANDARAGAMKUNJUNGAN KERJA MENKO PEREKONOMIAN BERSAMA MENTERI LHK KE TAPANULI UTARA

KUNJUNGAN KERJA MENKO PEREKONOMIAN BERSAMA MENTERI LHK KE TAPANULI UTARA

TAPUT SUMUT – trenberita.info | Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar berkunjung ke Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Asahan Barumun di Huta Ginjang Kecamatan Muara dalam acara pencanangan pengembangan tanaman Macadamia rehabilitasi hutan dan lahan, Kamis (27/06/2019). 

Menko Perekonomian Darmin Nasution di acara tersebut mengungkapkan, program ini merupakan program pemerataan. Sebagian besar lahan milik rakyat di Indonesia belum tersertifikasi. Dan pemerintah hanya dalam waktu 5 tahun akan menyelesaikan persoalan ini sehingga rakyat punya kepastian hukum atas lahan yang dimiliki.

” Kita juga programkan yang berhubungan rakyat yaitu program perhutanan sosial. Ada banyak hutan negara selama ini terlalu jauh dari rakyat. Selama ini lahan hutan dianggap asing dan kedepan lahan tersebut dapat diusahai oleh rakyat melalui perhutanan sosial,  ” terangnya.

Darmin mengungkapkan, yang sudah diresmikan untuk proses perhutanan sosial di Indonesia sudah 4 juta hektar. Lahan tersebut bisa diusahai rakyat selama 35 tahun dan tidak bisa menjadi hak milik pribadi. Syarat perhutanan sosial harus ada kelompok baru bisa mengusulkan proses perhutanan sosial.

” Saat ini kita ke Huta Ginjang ini, untuk menanami lahan kritis dengan tanaman yang istimewa yaitu tanaman Macadamia. Buah Macadamia memiliki lemak jenuh yang rendah dan dikonsumsi banyak pun tidak berbahaya untuk kesehatan. Tanaman Macadamia ini akan memberi keuntungan yang besar karena harganya buahnya mahal,  ” ungkap nya.

BACA JUGA :  KADIS PUPR PAKPAK BHARAT KASIMAN BERUTU : PERBAIKAN SUDAH KITA USULKAN DI PAPBD 2019

Tanaman Macadamia merupakan tumbuhan asli Famili Proteaceae. Di dunia, tanaman Macadamia hanya dapat dijumpai di Benua Australia dan Sulawesi di Indonesia.

Macadamia ditemukan pertama kali oleh Botanis Jerman – Australia bernama Ferdinand Von Muller  pada tahun 1857. Nama Macadamia diberikan untuk menghormati guru ahli kimia bernama Macadam. 

Ada dua jenis Macadamia yaitu, Macadamia  integrifolia dan Macadam  tetraphylla. Macadamia dikonsumsi sebagai bahan makanan pembuat kue, campuran es krim dan campuran coklat.

Dalam acara tersebut turut hadir Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi, Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah.

Di kesempatan itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meninjau proses penangkaran tanaman Macadamia.

Usai meninjau, Menko Perekonomian bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubsu dan Bupati Taput melakukan penanaman secara simbolis tanaman Macadamia di Huta Ginjang Muara.

Di kegiatan tersebut, ada sekelompok warga masyarakat Huta Ginjang melakukan aksi damai dan mengklaim lahan kawasan hutan Huta Ginjang merupakan tanah wilayat dari Ompu Datu Dolok dan Ompu Buttu Ompusunggu.

Salah seorang perwakilan masyarakat Hara Aritonang saat di tanyai trenberita.info mengungkapkan, tanah Huta Ginjang merupakan tahan leluhur dan sejak tahun 1800 an sudah diusahai oleh Ompu Datu Dolok dan Ompu Buttu Ompusunggu.

BACA JUGA :  BUPATI PAKPAK BHARAT HADIRI RAKOR PERSIAPAN PENGADAAN ASN 2022

” Tahun 1962, karena hutan di kawasan Danau Toba mulai kritis, Pemerintah meminta kepada penatua di Huta Ginjang untuk dijadikan lokasi reboisasi seluas 450 Ha. Namun setelah itu, lahan Huta Ginjang dijadikan kawasan hutan lindung. Jelas kami tidak berterima karena Huta Ginjang ini merupakan tanah leluhur kami, ” ujarnya.

Ia mengungkapkan, di kesempatan ini masyarakat Huta Ginjang tidak ada menghambat program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.

” Kami hanya dapat informasi bahwa ada program pemerintah untuk pengembangan tanaman Macadamia di Huta Ginjang ini. Kalau mau ditanami, harus meminta izin kepada kami. Kalau tidak ada izin, kami tidak menyetujui lahan Huta Ginjang ini ditanami, ” ungkap nya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar saat diwawancarai wartawan mengungkapkan, pada dasarnya klaim mengklaim sudah sering terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

” Kita sudah ada pedoman dari Pak Presiden namanya Penyelesaian Permasalahan atas Pengusahaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PPPKH) yang koordinatornya Menko Perekonomian. Saat ini sudah 140 ribuan hektar yang sudah diverifikasi. Pada dasarnya, konflik – konflik seperti ini bisa diselesaikan, ” ungkap Menteri LHK. (BT.Reno Hutabarat)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!