Minggu, Juni 16, 2024
BERANDAPERISTIWAKETUA PWI SUMUT SESALKAN KINERJA KASI PIDSUS KEJARI TAPUT

KETUA PWI SUMUT SESALKAN KINERJA KASI PIDSUS KEJARI TAPUT

TAPUT SUMUT – trenberita.info  I Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatra Utara Hermansyah sangat kecewa dalam era digitalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, ditandai dengan derasnya arus informasi masih ada oknum jaksa yang berpikiran kembali ke zaman batu dan memperlakukan wartawan atas dasar keinginan pribadinya sehingga terkesan sangat arogan dengan tugas seorang wartawan.

Oleh karena itu Ketua PWI Sumut berharap perhatian kejatisu terhadap oknum jaksa yang berupaya menghalangi tugas wartawan dan mengingatkan kepada kalangan aparatnya tentang perlu dan pentingnya kemitraan antara wartawan dan aparat hukum itu dibina lebih intensif lagi, sehingga saling mendukung kinerja masing masing sesuai tuntutan tugas masing-masing.

Selain itu juga aparat hukum, jajaran jaksa juga harus mengetahui di antara wartawan dan aparat hukum ada hubungan mutualis Simbiosis saling mempengaruhi dan saling mendukung kinerja masing – masing, apalagi wartawan bekerja atas UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, tentu tidak terlepas dari penegak hukum, terangnya kepada trenberita.info senin (15/07/2019).

Tokoh pers Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Martua Situmorang menilai larangan Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari), Tapanuli Utara (Taput), Juanda Hutauruk membawa hanDphone (HP) ke ruangan kerjanya saat ingin melakukan konfirmasi seputar penanganan kasus dugaan korupsi merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers.

” Larangan membawa ponsel saat ingin melakukan konfirmasi sangat berbahaya dan merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers,” ujar Martua Situmorang kepada wartawan, Senin, (15/7/2019).

Menurutnya, sikap dan tindakan pelarangan wartawan membawa ponsel saat ingin melakukan konfirmasi merupakan upaya menghalangi tugas jurnalistik dan menutup informasi publik. 

” Artinya kalau sama wartawan saja dihalangi mencari informasi, lalu bagaimana informasi terhadap publik ? sindirnya.

Untuk itu dia menyarankan sikap dan tindakan Kasi pidsus yang melarang wartawan membawa ponsel untuk konfirmasi harus dilaporkan kepada Ombudsman. 

” Ini tidak boleh dibiarkan dan saran saya hal ini harus segera dilaporkan kepada Ombudsman,” katanya.

Mantan pemimpin redaksi surat kabar terbitan lokal ini juga menegaskan, didalam undang-undang pers no 40 tahun 1999 pada pasal 4 ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.

” Pada ayat ke 3 disebutkan untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,” katanya.

Jangan Alergi 

Di sisi lain, Martua Situmorang juga mengingatkan agar pejabat publik jangan alergi terhadap wartawan yang melakukan tugas jurnalistik.

” Sebab kalau ini terjadi, bagaimana publik mendapat informasi. Makanya kita minta pejabat publik itu jangan alergi terhadap wartawan,” tandas nya.

Kasi pidsus Kejari Taput Juanda Hutauruk sebelumnya melarang wartawan membawa handphone ke ruangannya ketika ingin melakukan konfirmasi seputar penanganan kasus dugaan korupsi. 

Ketika wartawan mempertanyakan kenapa handphone tidak bisa dibawa ke ruangan, Kasi pidsus enggan menjawab. 

” Iya titip saja (handphonenya) ke pos security,” ujar Kasi pidsus.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Taput Tatang Darmi yang dikonfirmasi wartawan via seluler mengenai larangan Kasi pidsus membawa handphone ke ruangannya, mengatakan itu merupakan sikap pribadi yang bersangkutan.

” Itu pribadi yang bersangkutan (Kasi pidsus) mungkin karena belum kenal, tapi nanti akan saya sampaikan agar wartawan jangan dilarang masuk membawa handphone,” ujarnya. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian yang dikonfirmasi wartawan mengenai larangan membawa HP ke ruangan saat ingin konfirmasi belum memberikan penjelasan. Sebab ketika ingin dikonfirmasi wartawan, Senin, (15/7/2019) melalui nomor ponselnya 08218xxxxxxx dia mengaku sedang menyetir.

” Saya lagi menyetir nanti saja setelah sampai,” katanya.(TB.Reno Hutabarat)

BACA JUGA :  IKATAN DOKTER INDONESIA ( IDI ) DIMINTA TURUN TANGAN UNGKAP ATAS KEMATIAN DUA ORANG DALAM TAHUN INI KORBAN MISTERI PASIEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.FERDINAND LUMBAN TOBING KOTA SIBOLGA 
ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!