Jumat, Juli 19, 2024
BERANDARAGAMKEPALA BAITUL MAL SUBULUSSALAM : ZAKAT POTENSI KEKAYAAN UMAT ISLAM

KEPALA BAITUL MAL SUBULUSSALAM : ZAKAT POTENSI KEKAYAAN UMAT ISLAM

SUBULUSSALAM ACEH – trenberita.co | Firman Allah SWT, yang artinya: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (Q.S:2 : 110).

Kepala Baitul Mal Kota Subulussalam Ustadz Sabaruddin.S, S.Pd.I, diperlukan kesadaran umat untuk berzakat,sebab itu pihaknya akan terus mensosialisasikan pentingnya zakat untuk kebaikan pribadi insani sebagai hamba Allah dan makhluk sosial didunia dan akhirat.

Menurutnya di Kota Subulussalam saat ini sesuai data yang ada di Baitul Mal penyumbang terbesar ZIS adalah para ASN,sedangkan masyarakat lainnya dibawah 1 persen dari total yang terkumpul di lembaga resmi pemerintah tersebut.Pada tahun 2017 pendapatan Zakat 2,87 Milyar dan Infaq 1,27 M. Tahun 2018 terjadi penurunan zakat dan Infaq menjadi 2,4M untuk zakat sedangkan infaq 926 juta dan tahun 2019 pendapatan zakat 2,81 M dan Infaq 1,2M.”Sebenarnya jika 35 persen saja para muzakki yang ada di kota ini mau menyalurkan melalui kita maka setiap tahun Baitul Mal Subulussalam bisa mengelola sampai 12Milyar Rupiah pertahunnya. Tentu dana ini bisa mensejahterakan umat Islam di Bumi Hamzah Fansuri ini”, ujarnya.

BACA JUGA :  PEMBAHASAN RANCANGAN PERDA LAMPUNG UTARA TENTANG PERTANGGUNG JAWABAN APBD 2020

Rasulullah menjelaskan bahwa: “zakat merupakan harta yang dipungut dari orang-orang kaya dan diberikan kepada yang miskin”.

Dari penjelasan Rasulullah ini nyatalahlah bahwa kebijakan pendistribusian harta sangat penting artinya dalam menjaga keseimbangan, kesatuan hati dan kekuatan suatu masyarakat. Karena itu, perlu ditumbuhkan kesadaran kepada semua pihak yang berkompeten, terutama para ulama,pemerintah dan orang yang diberikan rezki lebih oleh Allah /orang kaya untuk memperhatikan dan melaksanakan aturan agama ini dengan sebaik-baiknya. Disebutkan secara khusus ulama, pemerintah dan orang kaya,karena ketiga komponen ini mempunyai posisi yang sangat menentukan untuk terlaksananya kewajiban ini.

Di Kota Subulussalam Ada empat kategori kesadaran berzakat yakni umat yang tidak sadar berzakat,kedua berzakat tidak sesuai syariah, ketiga berzakat sesuai syariah namun memberi sendiri dan yg terakhir berzakat melalui Baitul Mal.

Berzakat sesuai syariah namun memberi sendiri memiliki kelemahan salah satunya seperti adanya unsur suka dan tidak suka kepada mustahiq.Nah disinilah diperlukan amil zakat yang mendata keberadaan mustahiq.Badan amil yang diakui pemerintah salah satunya Baitul Mal. Melalui Baitul Mal segala keraguan, kebingungan dan ketidaktahuan tentang informasi keberadaan mustahiq yang terdiri dari 8 (delapan) asnaf dapat terjawab. Pertanggungjawaban terhadap pendistribusian dari total zakat yang sudah terkumpul juga bisa diaudit secara transparan dan akuntable.

BACA JUGA :  SINERGITAS DINAS PERHUBUNGAN ACEH SINGKIL DENGAN ORGANDA DEMI TERCIPTANYA TATA KELOLA ANGKUTAN DARAT

Terlaksananya zakat karena ada komponen penting, yaitu pembayar zakat (muzakki). Keberadaan muzakki dalam suatu wilayah atau zonasi harus dilakukan pendataan secara komprehensif. Insan yang faham tentang posisi dirinya sebagai muzakki tentu akan berupaya mencari tahu keberadaan si penerima zakat (mustahiq), dan itu bisa didapat dari Baitul Mal.

Kita akan segera memasuki bulan suci Ramadhan.Didalam bulan Ramadhan ada perintah mengeluarkan zakat, baik zakat harta maupun zakat fitrah. Zakat harta berfungsi menyucikan harta kita dari bercampur dengan harta yang haram, sedangkan zakat fitrah berfungsi untuk menyucikan diri kita dari debu-debu dosa yang melekat dalam diri dan jiwa kita. Hendaknya kita segera mengeluarkan zakat sebelum Allah SWT menggunakan caranya mencabut segala kenikmatan dan kepunyaan harta yang telah Allah titipkan kepada kita.

“Apabila seluruh umat Islam di Kota Sada Kata ini sudah sadar akan pentingnya zakat sebagai potensi kekayaan umat, maka dipastikan tidak akan ada lagi umat Islam yang miskin. Zakat berkontribusi besar terhadap kesejahteraan umat”, pungkasnya. (TB.Dedy)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!