Minggu, Juni 16, 2024
BERANDAHUKUMKEJATISU BENTUK TIM UNTUK MENYELIDIKI KASUS DUGAAN KORUPSI YANG DILAKUKAN EKO PRABOWO,...

KEJATISU BENTUK TIM UNTUK MENYELIDIKI KASUS DUGAAN KORUPSI YANG DILAKUKAN EKO PRABOWO, ST., MT

MEDAN SUMUT – trenberita.co | Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (GARANSI), Gerakan Mahasiswi dan Pemuda Sumatera Utara (GEMPA-SUMUT), dan Gerakan Masyarakat Membaca (GEMA-BACA) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Jln A.H Nasution Medan. (10/02/2020) Sekitar pukul 14:00 Wib s.d selesai.

Aksi massa yang dilakukan kesekian kalinya ini yaitu mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera memanggil dan memeriksa PPK Tanggap Darurat Permukiman Regional I Medan Eko Prabowo, ST., MT. terkait dugaan korupsi anggaran kegiatan yang bersumber dari dana APBN T.A 2018.

Apalagi kasus dugaan korupsi ini sudah dilaporkan oleh Tiga lembaga tersebut kepada Kejatisu secara tertulis pada tanggal 30 Januari 2020 lalu.

“Kami sudah melaporkan kasus dugaan korupsi ini secara tertulis kepada pihak Kejatisu pada tanggal 30 Januari 2020 dengan Nomor Surat 04/GARANSI/GEMPA-SUMUTI-GEMA-BACA/LP/I/2020” ungkap Ketua Garansi Henri Sitorus yang didampingi Ketua GEMPA-SUMUT F. Nasution dan Ketua GEMA-BACA Sangkot Simanjuntak saat beroperasi.

BACA JUGA :  DUGAAN MENEBANG KAYU DI LOKASI DAS WARGA DESA TANJUNG MULIA MEMINTA POLRES PAKPAK BHARAT TINDAK TEGAS

Dijelaskannya, dugaan korupsi tersebut dilakukan dengan cara berkejaran dengan Pengusaha/ Rekanan untuk melakukan penarikan dana sesuai dengan Surat Perintah Pencarian Dana (SP2D) yang dicairkan dari Bulan Februari sampai Desember 2018, namun setelah dana dicairkan kegiatan dilapangan tidak direalisasikan. jelasnya.

Adapun permasalahan yang diangkat oleh massa pengunjuk rasa yaitu belanja bahan perlengkapan personil, pagu anggaran sebesar Rp 100.000.000,00 dengan kode lelang 521211.

Kemudian, belanja barang non operasional lainnya dengan kode lelang 521219 yaitu biaya pemeliharaan gedung dengan pagu anggaran sebesar Rp 702.000.000,00. Pengiriman dan penarikan kendaraan dengan pagu anggaran sebesar Rp 210.000.000,00.

Selanjutnya, pengiriman dan penarikan barang dengan pagu anggaran sebesar Rp 192.780.000,00. Biaya operasional bencana dengan pagu Rp 273.000.000,00. Belanja ATK, pagu anggaran sebesar Rp 90.000.000,00 dengan kode lelang 521811, dan belanja sewa kendaraan dengan pagu anggaran Rp 80.000.000,00 dengan kode lelang 522141.

BACA JUGA :  SATRES NARKOBA POLRES TAPUT AMANKAN REMAJA PENGEDAR GANJA

Setelah berorasi, perwakilan massa langsung diterima Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian di dalam kantornya untuk menyampaikan bahwa pihak (Kejatisu) telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan terkait tuntutan dari massa pengunjuk rasa.

“Kejatisu telah membentuk tim untuk menindaklanjuti laporan temuan ini. Mohon sabar tim lagi bekerja,” kata Sumanggar kepada tiga orang perwakilan Koalisi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Sumatera Utara.

Setelah selesai berorasi dan diterima Kasi Penkum Kejatisu, massa pengunjuk rasa membubarkan diri dengan aman dan tertib.(TB.RED)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!