Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAPERTANIANKADIS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN, TERUS LAKUKAN PENGUMUMAN

KADIS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN, TERUS LAKUKAN PENGUMUMAN

PAKPAK BHARAT SUMUT – trenberita.info | Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pakpak Bharat  Sumut, terus lakukan antisipasi terjadi penyakit ternak warga yang bisa mengakibatkan dampak fatal di lingkungan juga ke masyarakat lainnya

Upaya antisipasi terhadap penyakit ternak warga seperti anjing, terus dilakukan Dinas Pertanian Pakpak Bharat menghindari terjangkitnya penyakit rabies yang akan mengakibatkan kefatalan terhadap masyarakat umum.

Namun dampak kefatalan tersebut terkadang tidak membuat warga di Kab Pakpak Bharat was-was, mengingat tahun yang lalu ada warga diduga meninggal dunia akibat setelah digigit ternak anjing di Kecamatan Siempat Rube Pakpak  Bharat. ” menurut informasi yang sampai kepada kami waktu itu, katanya ada warga meninggal dunia setelah beberapa hari tergigit ternak anjing, di kecamatan Siempat Rube. Padahal sesuai dengan data yang kami peroleh terkait dengan pelaksanaan vaksin terhadap ternak anjing bisa saya katakan terselenggara secara rutinitas ke seluruh Desa se Kab Pakpak Bharat, namun kami juga menyadari pada saat tim kami melakukan Vaksin ternak anjing ke desa-desa, sering warga tidak merespon dengan baik,” pungkas kadis Pertanian Sunardi.

BACA JUGA :  Bupati Pakpak Bharat Harap Produktifitas Pertanian Tetap Meningkat Dimasa Pandemi

Kadis juga menjelaskan bahwa setiap jadwal petugas melakukan Vaksin ternak ke Desa-Desa, ternyata tidak sedikit pula warga di Desa tersebut tidak menyambut baik petugas yang sengaja melakukan Vaksin terhadap ternaknya, dengan contoh, dari Dinas Pertanian itu sendiri sudah memberikan jadwal pengumuman kepada Kepala Desa, agar segenap warga yang memiliki ternak anjing agar menyerahkan kepada petugas vaksin yang sudah dijadwalkan turun langsung ke Desa tersebut untuk di suntik vaksin secara rutinitas.

Namun langkah yang dilakukan Dinas Pertanian tersebut masih ada beberapa warga menganggap melakukan vaksin tersebut tidak berguna, sehingga sesuai data yang diperoleh pihak Dinas pertanian sehingga setiap jadwal melakukan vaksin ternak ke desa pasti ada satu atau dua warga yang memiliki ternak anjing tidak dijumpai para petugas vaksin di rumah masing-masing.

BACA JUGA :  APA KABAR KASUS DBH PBB LABURA SETELAH KABAR GELAR PERKARA DI MABES POLRI

Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pakpak Bharat, Sunardi berpesan, ” kita tetap berupaya memberikan penjelasan kepada masyarakat bagi pemilik ternak anjing agar memberikan ternaknya untuk di Vaksin menghindari terjadinya penyakit Rabies yang dampak fatal bagi kita yang sempat tergigit anjing tersebut,” pungkas Kadis (23.07/2019).(TB.Resiva.NS)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!