Jumat, Juli 19, 2024
BERANDARAGAMKADES KUTA CEPU HENTIKAN PENGURUS MASJID DEMI KEHARMONISAN DESA

KADES KUTA CEPU HENTIKAN PENGURUS MASJID DEMI KEHARMONISAN DESA

SUBULUSSALAM ACEH – trenberita.info | Pada tanggal 07 Nopember 2019 beberapa orang warga Desa Kuta Cepu Kec. Sp. kiri Kota Subulussalam mendatangi Keuchik /Kadesnya meminta mengganti pengurus syara’ atau pengurus mesjid di Desa tersebut. Rabu (20/11/2019).

Warga Desa Kuta Cepu membuat surat penolakan pengangkatan oknum pengurus syara’/mesjid dan diserahkan kepada Kades Rusdianto yang isinya meminta Kades menunda dan membatalkan pengangkatan oknum M sebagai pengurus Mesjid Al Hasanah Desa Kuta Cepu dan mengangkat kembali Wardianto alias Ugen dkk sebagai pengurus mesjid demi terciptanya aman dan nyaman serta terciptanya kembali sistem tatanan masyarakat yang harmonis di Kampong/Desa Kuta Cepu.

Dalam surat tersebut berisi beberapa alasan warga Kuta Cepu antara lain yang bersangkutan diduga pernah berencana memeras proyek pemerintah, M kerap membual mencampuri dan membuat fitnah tentang kelemahan Sumber daya manusia (SDM) Desa Kuta Cepu dan urusan politik Desa yang terkesan sentimen di Medsos, yang bersangkutan masih aktif sebagai pengurus Imam Mesjid Agung Kota Subulussalam, M selama bulan puasa Ramadhan thn 2019 tidak pernah muncul di mesjid Al Hasanah Kuta Cepu sebagaimana masyarakat lainnya, kemudian penggalangan tanda tangan masyarakat Desa Kuta Cepu untuk pengangkatan M yang dijalankan S dianggap cacat demi hukum karena didalamnya tidak sesuai prosedur dan diduga kuat manipulasi atau pembohongan untuk mendapatkan tanda tangan warga, serta M tidak bersedia membayar sewa barang senilai 700 ribu rupiah untuk keperluan pesta khitan anak yang bersangkutan pada bulan Januari 2019.

BACA JUGA :  PROYEK JALAN USAHA TANI LAE SIREBUR DESA TINADA DIDUGA SERAT KORUPSI

Surat tersebut ditandatangani sekitar 50 orang warga Desa Kuta Cepu pada tanggal 07 nopember 2019 dengan tembusan Walikota Subulussalam, Ketua MPU, BKM Mesjid Agung Kota Subulussalam dan Camat Simpang Kiri.

Keuchik Kuta Cepu Rusdianto yang dikonfirmasi via Whatsapp perihal ini mengatakan “persoalan tersebut sudah saya tanggapi secara serius. Intinya, untuk menghindari kontroversi di masyarakat saya telah mengumumkan pada hari jumat tanggal 15 november 2019 di masjid Al-hasanah tentang pemberhentian saudara M sebagai pengurus syara’/mesjid dan itu keputusan mutlak, ” ujarnya. (TB.DEDI)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!