Jumat, Juli 19, 2024
BERANDAPERISTIWAJENAZAH KORBAN PEMBUNUHAN KRISTINA GULTOM TIBA DI RUMAH DUKA

JENAZAH KORBAN PEMBUNUHAN KRISTINA GULTOM TIBA DI RUMAH DUKA

TAPUT SUMUT – trenberita.info I Suasana duka menyambut kedatangan jenazah Kristina Gultom (20) di rumah duka di Desa Hutapea Banuarea Dusun 3 Pangguan dini hari selasa (06/08/2019) tepat pukul 07.30 Wib.

Kristina Gultom diduga menjadi korban pembunuhan setelah jenazah nya ditemukan tergeletak di semak semak di bawah pohon bambu dan salak di Dusun Sitolu tolu Desa Huta Pea, Senin (05/08/2019) pagi.

Puluhan orang menyambut kedatangan jenazah Kristina yang dibawa dengan mobil ambulance dan dengan pengawalan aparat kepolisian dari Polres Tapanuli Utara.

Dikeluarkan dari ambulans, jenazah kemudian digotong untuk disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan.

Rencananya, jenazah akan dikebumikan, Selasa (06/08/2019) sore di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Huta pangguan.

Orangtua korban selalu menangis histeris dan belum terima menghadapi kenyataan tersebut kendati tidak menyangka anak gadis kesayangannya pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Hari Minggu sore anak saya pamit mau pergi jalan jalan sama teman temannya, tapi tidak ada kabar sejak Minggu malam, ternyata mengalami kejadian seperti ini,” tutur Tio Masretna sianturi, ibu  korban kepada trenberita.info, di rumah duka, Selasa dini hari.

Tio Masretna mengaku, belum tahu persis penyebab kematian anaknya, namun dari informasi yang didapat kuat dugaan korban meninggal akibat di perkosa lalu di bunuh.

“Masih diselidiki oleh pihak kepolisian (penyebab kematiannya). Jika memang pelaku pembunuh anak saya Kristina telah di temukan, semoga pelakunya di hukum seberat beratnya dengan nada kesal dan sambil menangis histeris” ucap dia.

Ditempat terpisah Kepala desa Hutapea banua Rea, Hermanto Hutapea ketika di konfirmasi trenberita.info, saya sebagai kepala desa Hutapea Banuarea sangat kesal atas tingkah laku inisial RH yang kita curigai telah melakukan pembunuhan terhadap Kristina Gultom. Kalau memang dia terbukti pelakunya, saya sangat berharap kepada penegak hukum agar menghukumnya yang seberat beratnya sesuai Undang – undang yang berlaku. Dan saya juga sudah rapatkan dengan para tokoh tokoh masyarakat Desa Hutapea Banurea, agar menertibkan warung warung tuak di desa ini, agar tidak terjadi lagi hal hal yang tidak di inginkan di desa ini” tegasnya.(TB.Reno Hutabarat)

BACA JUGA :  BUPATI DENGARKAN DAN TAMPUNG ASPIRASI SAAT BERTEMU DENGAN PPL PERTANIAN
ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!