• Oktober 23, 2021
  • Last Update Oktober 16, 2021 2:03 pm
  • Indonesia

INSPEKTORAT JANGAN BUTA TERHADAP PROYEK OBJEK WISATA LAE MBILULU TA.2020

INSPEKTORAT JANGAN BUTA TERHADAP PROYEK OBJEK WISATA LAE MBILULU TA.2020

PAKPAK BHARAT – trenberita.co | Kembali angkat bicara setelah hampir satu tahun berdiam diri siapa kah dia  kalau bukan Pildo Juniper Sinamo yang sempat viral di Kabupaten Pakpak Bharat Sumut, namanya paling tren di panggil orang di daerah ini dengan sebutan Juniper Sinamo

Beliau ini berani menyuarakan dengan apa adanya yang sedang terjadi di Kabupaten Pakpak Bharat ini, sosok beliau selain pernah bertugas menjadi kuli tinta di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Aceh, juga banyak lagi daerah yang menjadi tempatnya menjalankan panggilan jiwa di kuli tinta.

Juniper, merupakan salah satu putra pakpak yang memiliki Perusahaan media yakni PT. TREN POS BERITA kini beroperasi di media online yakni dengan link media trenberita.co

Mengapa Juniper harus membuat media sendiri ?

” Sebenarnya ketika saya sudah ber puluh – puluh tahun menjadi kuli tinta, tidak luput pula selama puluhan tahun tersebut saya harus gonta ganti media karena berbagai hal yang susah saya jelaskan. Tentunya karena saya sering menulis kritik dengan berbagai kebijakan para pemerintah yang saya anggap tidak pro rakyat, mungkin itu pulalah maka saya sering ter pecat dari berbagai media tempat saya menggoreskan tinta,” tutup Juniper menjawab pertanyaan wartawan mengapa harus membuat media sendiri.(04/10/21)

Selanjutanya waktu yang sama masih hasil konpirmasi media ini dengan Juniper Sinamo terkait proyek Objek wisata Lae Mbilulu,

” paling utama saya tetap menjelaskan apa yang sudah saya lihat ketika berlangsung proyek peningkatan sarana objek wisata Lae Mbilulu yang terletak di Desa Prongil Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat Sumut tersebut, dimana proyek tersebut menghabiskan miliyaran anggaran namun kalau kita cek di lapangan terkesan proyek-proyekan yang tidak bermutu.

BACA JUGA :  PERINGATI HUT KE-61,KARANG TARUNA LAMPURA ADAKAN KEGIATAN BHAKTI SOSIAL FAN VAKSINASI

Selain itu”, masih lanjut Juniper Sinamo, ” bahwa sebahagian bahan matrial yang di gunakan untuk proyek tahun 2020 tersebut ada juga yang menggunakan hasil galian C illegal yakni berupa pasir dan batu padas yang diambil oleh warga setempat dari lokasi objek wisata tersebut, dimana kita ketahui di Kabupaten Pakpak Bharat sumut ini tidak ada ijin galian C

Pertanyaan saya ketika proyek tersebut menggunakan salah satu bahan matrial illegal, tentu proyek tersebut jadi masalah tidak ?, ini lah semestinya mutlak tugas Inspektorat atau Inspektorat jangan buta terhadap proyek objek wisata lae mbilulu tahun 2020 tersebut juga, Dewan Perwakilan Rakyat yang harus pro aktif melakukan pengawasan terkait kebijakan pemerintah itu sendiri”, keras Juniper.

Harapan Pildo Juniper Sinamo kepada Inspektorat dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pakpak Bharat

” saya selaku masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat, tentunya sangat percaya dengan dua lembaga ini yakni inspektorat dan DPR pasti mampu melakukan tupoksinya dalam pengawasan agar kebijakan pemerintah tepat sasaran dan berguna bagi raknyat itu sendiri.

Namun ketika nantinya harapan kita pengawasan tidak menjalankan tupoksinya tentu perbuatan tersebut sudah masuk menjadi musuh negara yakni membiarkan proyek yang bermasalah yang dapat merugikan negara dan masyarakat hal tersebut tidak bisa di kasih toleransi, kita akan pastikan pertama harus membuat aksi demo di Kantor Inspektorat itu sendiri dengan mempertanyakan apa alasannya tidak melakukan audit terkait proyek objek wisata lae mbilulu tahun anggaran 2020 tersebut “. Tandas nya dengan jelas.

Ternyata menut Juniper, sebelum media ini menerbitkan berita ini, ternyata hasil monitor nya di lapangan ketika pada saat proyek tersebut berlangsung dianya sudah pernah angkat bicara melalui vidio sesuai link di bawah ini (Resiva.NS)

BACA JUGA :  Bunda PAUD Pakpak Bharat Inginkan PAUD Yang Berkualitas Dan bersifat Global

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *