Sabtu, Juni 15, 2024
BERANDAPERISTIWAIKATAN DOKTER INDONESIA ( IDI ) DIMINTA TURUN TANGAN UNGKAP ATAS KEMATIAN...

IKATAN DOKTER INDONESIA ( IDI ) DIMINTA TURUN TANGAN UNGKAP ATAS KEMATIAN DUA ORANG DALAM TAHUN INI KORBAN MISTERI PASIEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.FERDINAND LUMBAN TOBING KOTA SIBOLGA 

KOTA SIBOLGA SUMUT- trenberita.info | Dua  Orang Putra Adre Frankenstein Sitinjak (16) dan Gisen Kazuya Rezeki Pratama Pasaribu (17) Pasien Rumah Sakit Umum Daerah DR. Ferdinand Lumban Tobing Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara identik kematiannya.

Tanggal 24 Mei 2019 Tuppal Sitinjak (48) beserta Istrinya Boru Situmeang Warga Payomboman Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga membawa Anak Putranya (Anak Pertama) Andre Frankenstein Sitinjak (16) yang masih duduk di Sekolah SMA NEGERI 1 (satu) Kota Sibolga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) FL Tobing Kota Sibolga untuk perawatan sekitar Pukul 06.00 wib.

Demikian pengakuan Keluarga Almarhum Andre Frankenstein Sitinjak (Ayahnya) kepada trenberita.info setelah mendapat Khabar dan membaca Media On Line atas seputar kematian Almarhum Gisen Rezeki Pratama Pasaribu (17) Siswa SMA NEGERI 1 (satu)  Sorkam Barat Kabupaten Tapanuli Tengah yang meninggal di RSUD DR FL Tobing Kota Sibolga anak dari R. Pasaribu dengan Isterinya Marbun Warga Desa Sidikalang Kecamatan Sorkam Barat Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tuppal Sitinjak orang tua korban  bercerita kronologis kematian Anaknya

Peristiwa yang dialami Gisen Rezeki Pratama sama halnya di alami Almarhum Anak Saya Andre Frankenstein Sitinjak. Katanya mengenang.

Tuppal Sitinjak, menjelaskan, ” Hari Jum’at (24/05/2019)  membawa  Andre ke RSUD DR FL Tobing Kota Sibolga untuk menjalani perawatan sekitar pukul 06.00 WIB. Setibanya dirumah sakit,  Perawat mengambil sampel darah korban untuk diperiksa di laboratorium. Selanjutnya Perawat Rumah Sakit menyatakan Andre mengalami penyakit TBC dan kemudian menyuntik di bagian tangan korban . Ujarnya.

“ Pasca itu dikatakan Perawatnya menyuntik untuk mengetahui penyakit Andre, dan kalau dalam dua hari ada pembekakan berarti Andre kena TBC,  tapi tetap tidak ada bengkak dan Andre (red) sehat-sehat saja,” terang Tuppal

Hari Sabtu (25/6/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, Almarhum Andre, mengajak saya dan ibunya keluar jalan-jalan di Lokasi Rumah Sakit alasan karena kejenuhan di dalam rumah sakit. Selama 1 jam jalan – jalan di halaman depan rumah sakit, kemudian kami kembali dan duduk-duduk di depan ruang tempat korban dirawat.

“Kami bersama anakku duduk di depan pintu tempatnya dirawat  anakku yang jadi korban sambil chattingan dengan kawan-kawannya. Dia bilang kawan-kawannya mau datang melihatnya ke rumah sakit. Keadaan anak saya sehat-sehat tanpa ada perubahan seperti biasanya selama ini,” jelas Tuppal

Sekitar pukul 17.00 WIB.  Perawat datang dan mengajak Almarhum  masuk untuk disuntik dan di tangan perawat terlihat memegang alat yang diduga suntik. Almarhum ikut dan naik ke tempat tidur rawat. Selanjutnya Perawat menyuntik Almarhum dan kemudian Perawat keluar meninggalkan ruangan.Jelasnya

“Setelah disuntik oleh perawat saya keluar dari ruang Inap dan istri saya masuk melihat Almarhum anak saya di tempat tidur, dan terlihatnya tidak bergerak lagi, dibangunkan gak bangun sembari istri memanggil saya dan berkata  “ Pak lihat dulu anak kita ini, kenapa dia tidak bergerak lagi kata mamaknya”, saya masuk dan membangunkannya tapi tetap tidak bergerak lagi,” jelasnya

BACA JUGA :  PINJAMAN DITOLAK, NYAWA PEGAWAI BANK MELAYANG

Melihat kondisi Almarhum tak lagi bergerak, kami menjerit-jerit minta pertolongan kepada perawat. setelah diperiksa oleh perawat keadaan anak saya ternyata sudah tidak bernyawa lagi. Kata oleh perawat sudah meninggal karena penyakitnya dengan perkataan enteng sementara meninggalnya Almarhum setelah Perawat memberikan suntikan.

Mendengar pernyataan perawat kami jadi, shock melihat Almarhum sudah terbujur kaku dan tidak tau harus mau berbuat apa. Sementara itu pihak rumah sakit menyarankan keluarga untuk membawa pulang jenazah korban.Jelasnya

Tuppal jelaskan, peristiwa yang terjadi kepada Almarhum anak Saya Identik dengan Kematian Gisen Rezeki Pratama Pasaribu Hari Rabu (20/06/2019) Pukul 06.00 Wib di RSUD DR FL Tobing yang  juga Meninggal  usai di suntik oleh Perawat RSUD DR FL Tobing Kota Sibolga. Terangnya.

“ Lanjut Tuppal,Saya duga ini unsur kesengajaan atau kecerobohan Pihak Rumah sakit Umum Daerah DR FL Tobing, Dalam Tempo  1 bulan ada  2 orang Meninggal setelah di suntik. Jelasnya

Sebelumnya kami tidak menuntut dan hanya pasrah dan tidak dapat berbuat apa-apa karena kami masih kondisi berduka, tapi setelah kejadian kepada Almarhum Gisen Rezeki Pratama Pasaribu Meninggal membuat kami curiga dengan pelayanan RSUD Kota Sibolga,” katanya.

Tuppal meminta kepada Pemerintah atau yang ber kompeten untuk Kasus ini, agar mengusut Pihak Rumah Sakit dan mengevaluasi sistem penanganan terhadap pasien di RSUD FL. Tobing Kota Sibolga dan perlu penataan ulang para perawat dan dokternya. Cukuplah korban yang 2 Orang ini, jangan ada korban berikut. Harap nya.

KRONOLOGIS KEMATIAN GISEN KAZUYA REZEKI PRATAMA PASARIBU DI RSUD DR FL TOBING KOTA SIBOLGA

KEMATIAN GISEN KAZUYA REZEKI PRATAMA PASARIBU  PASIEN DI RSUD SIBOLGA SAMPAI SAAT INI MISTERI.

Gisen Kazuya Rezeki Pratama Pasaribu (17) Siswa SMA Negeri 1 Sorkam Barat Kabupaten Tapanuli Tengah Anak dari R. Pasaribu dengan Isterinya Elminar Marbun Warga Desa Sidikalang Kecamatan Sorkam Barat Kabupaten Tapteng.

Hari Selasa (19/06/2019) sekitar pukul 18.00 Wib di bawa dari Desa Sidikalang Kecamatan Sorkam Barat Gisen didampingi Ibunya Elminar Marbun naik Mobil Jenis FORTUNER Milik Pamannya Gisen Amran Marbun Menuju Rumah Sakit Umum Daerah DR FL TOBING Kota Sibolga untuk di Operasi penyakit Hermina.

Kepada Wartawan trenberita.info Elgia Marbun Hari Rabu (20/06/2019) sekitar Pukul 21.00 Wib Elminar Marbun di dampingi Abdi Hutabarat Kontributor Trans TV dan Barata Hutagalung mengatakan dirinya baru pulang dari Kantor Polres Kota Sibolga untuk melaporkan Perawat RSUD DR FL TOBING akibat kematian Anaknya Gisen.

BACA JUGA :  LAGI LANGKAT SETELAH KORBAN PEMBUATAN MANCIS KINI OBJEK WISATA AIR TERJUN PANTAI SALAK MENELAN KORBAN

Menurut Elminar, ” Hari Selasa (20/06/2019) sekitar Pukul 10.00 Wib Anaknya Gisen di Operasi oleh dokter Rumah Sakit dan Operasinya lancar dan tidak ada masalah hanya menunggu petunjuk Kapan bisa pulang. Imbuhnya.

Tengah istirahat salah Seorang Perawat mendekati Gisen dan menyuntikkan obat ke Infus yang ada di tangan Gisen. Katanya

Usai disuntik Gisen mengeluh ke Saya dan berkata, ” Mama… Kepalaku Pusing dan langsung kejang-kejang sampai 4 Kali dan langsung Meninggal, melihat anak inilah, saya berteriak minta tolong agar di lihat oleh dokter ataupun Perawat. Katanya.

Pegawai Rumah Sakit Salmon Panggabean datang mengajak Elminar Marbun ke Ruang Piket Melur membicarakan atas kematian Gisen yang dihadiri oleh Wakil Direktur Umum (Wadirum), Kabid Perawat Boru Marbun dan Humas Rumah Sakit Alvino Kusuma Harahap

Kepada Elminar Salmon berkata Turut Berduka Cita atas meninggalnya Gisen Kazuya Rezeki Pratama Pasaribu dan Hal ini akan mengusut Kasus ini bisa Perawat salah Memberikan Obat tapi bisa juga tidak salah. Kata Salmon.dan mempersilahkan kepada Keluarga membawanya Pulang dan akan menyediakan Mobil Ambulance sembari Salmon Panggabean bergerak dengan pegawai lainnya membawa Gisen ke Ruangan Kamar Mayat untuk dimandikan dan formalin.

Terlihat Elminar Marbun kebingungan, di mana Anggota Polisi Polresta Sibolga Telah hadir jemput bola atas laporan lisan yang disampaikan di Kantor Polisi, sementara dirinya ibu korban selalu kawal oleh Kabid Perawat Boru Marbun

Kepada Wartawan dan Polisi Elminar Marbun memutuskan untuk memilih membawa pulang Jenazah Gisen Pulang naik Mobil Ambulance RSUD DR FL Tobing.

Wartawan coba minta Keterangan Pers dengan Pihak Rumah Sakit, oleh Humas Rumah Sakit mengatakan dirinya tidak tahu dan memberikan Keterangan Pers, sehubungan dirinya masih baru menjabat Humas Rumah Sakit sementara Direktur Rumah Sakit dr. Donna Pandiangan, masih bertugas di Jakarta. Katanya dan minta kepada Wartawan menunggu kehadirannya.

Wartawan yang mencoba menghubungi Direktur Rumah Sakit dr. Donna berusaha mengelak dari Wartawan, yang pada akhirnya Wartawan trenberita.info berupaya melakukan konfirmasi kepada  Wali Kota Sibolga Drs. H.Syarfi Hutauruk MM.

Namun setelah kejaran Wartawan ini tadinya Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dan Direktur Rumah Sakit beserta Rombongan Walikota kunjungi Rumah Keluarga Besar duka Gisen di Desa Sidikalang dengan acara Silaturahmi. Dengan sambutan hangat oleh Keluarga Almarhum dengan statement Keluarga tidak menuntut Pihak Rumah Sakit.

Pertanyaan Apakah dengan dilakukan oleh Walikota Sibolga dan direktur RSUD DR FL Tobing dr. Donna Persoalan ini sudah selesai…? Begitu Saja…….?

Dua (2) Orang . Putra Sibolga dan Putra Tapteng Pasien RSUD DR FL Tobing meninggal masih dalam Misteri ini, Ikatan Dokter Indonesia turut tutup mata……? (TB.Elgia Marbun).

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!