Jumat, Juli 19, 2024
BERANDAEKONOMIDinsos Langsa Tempel Stiker Penerima PKH Tahun 2020

Dinsos Langsa Tempel Stiker Penerima PKH Tahun 2020

KOTA LANGSA ACEH – trenberita.co | Kini Dinas Sosial Kota Langsa mulai menempel stiker di rumah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020 ini. Penempelan itu langsung dilaksanakan oleh Kepala Dinsos kota Langsa, Armia SP di Gampong Alue Beuraweh, Kecamatan Langsa Kota, Selasa (11/02/2020).

Armia menyampaikan, tahun ini jumlah total penerima PKH di Kota Langsa sebanyak 4.771 kepala keluarga (KK) menurut grafik dan jumla menurun dari tahun 2019 sebanyak 5.131 KK.

“Dengan jumlah penerima bantuan PKH dari Kemensos RI tahun 2020 berasal dari 65 gampong dari total 66 gampong di wilayah Kota Langsa. Hanya satu gampong yang tidak masuk dalam daftar penerima PKH yakni Gampong Peukan Langsa karena daerah ini adalah Pusat Pasar kota Langsa makanya tidak termasuk ,” paparnya.

Tambahnya lagi, data penerima bantuan PKH ini berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011, dan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut yang digunakan Kementerian Sosial RI untuk penyaluran PKH kepada penerima di tahun 2020 ini tambahnya lagi.

BACA JUGA :  BANK SYARIAH KOTA BUMI BANTUAN PEMKAB SATU UNIT MOBIL MITSUBISHI L-300

Tentu dalam proses penyaluran PKH, penerima didampingi oleh tim pendamping PKH.
Lalu, tim pendamping PKH ini bertugas melakukan verifikasi pendidikan dan kesehatan yang menjadi syarat bagi penerima PKH tersebut, bahwa siswa PKH harus mencapai minimal 85 persen kehadiran di sekolah atau artinya aktif bersekolah selama ini.

“Jika nantinya ditemukan di lapangan bahwa ada siswa yang masuk dalam KK penerima PKH tidak aktif lagi (tidak sekolah lagi), maka bantuan PKH ini akan ditangguhkan kepada yang bersangkutan,” ucapnya.

Sedangkan koordinator PKH untuk Kota Langsa, Mariana, menyebutkan, setiap tahunnya pendamping PKH melakukan 4 pemutakhiran data bagi penerima bantuan PKH tersebut.

Setelah pemutakhiran itu barulah dilakukan pencairan dana PKH dan penyalurannya juga empat kali setelah pemutakhiran data selesai dilakukan. Bantuan tunai bersyarat PKH ini disalurkan langsung ke rekening penerima melalui bank yang telah ditunjuk pihak terkait dari Kemensos yaitu BNI, sesuai komponen atau tanggungan anak.

Disebutkannya, ada tujuh komponen penerima bantuan sosial PKH ini, yaitu untuk pelajar SD Rp 225.000, pelajar SMP Rp 375.000, dan siswa SMA Rp 500.000, lansia 70 tahun Rp 750.000, ibu hamil Rp 750.000, balita 0 – 6 tahun Rp 750.000, dan disabilitas berat Rp 750.000. Namun, jika penerima banyak anak maka maksimal bantuan terbayar untuk empat komponen saja.

BACA JUGA :  HASIL PERTANIAN HASIL BANTUAN PEMERINTAH PAKPAK BHARAT

Penerima PKH ini harus dipahami ditentukan langsung oleh Kemensos RI melalui PPLS tahun 2011 dan PBDT tahun 2015 yang di lakukan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat .

Tim pendamping maupun Dinas Sosial tidak berhak menentukan penerima PKH ini, hanya bisa melakukan pengusulan data di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang merupakan hasil musyawarah desa tersebut.

Akan tetapi, sambungnya tim pendamping PKH bisa mengusulkan pembatalan penerima bantuan PKH ini, jika penerima menolak bantuan PKH karena sudah tidak layak lagi menerimanya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Camat Langsa Kota, TM Taufiq SSTP MSP, Keuchik Alue Beurawe, Burhanuddin, Koordinator PKH Langsa, Mariana, dan tim pendamping PKH, serta masyarakat yang berhadir serta para unsur yang terjait lainnya tandasnys.(TB.Zainal).

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!