Rabu, Februari 21, 2024
BERANDARAGAMDINAS KEHUTANAN PROVSU JANGAN BUAT PERANGKAP TERKAIT TAPAL BATAS HUTAN NEGARA DI...

DINAS KEHUTANAN PROVSU JANGAN BUAT PERANGKAP TERKAIT TAPAL BATAS HUTAN NEGARA DI PAKPAK BHARAT

DAIRI SUMUT – trenberita.info | Warga Desa Traju kec Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat menyesalkan sikap pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, sampai saat ini tidak membuat tapal batas antara hutan Negara dan Hutan rakyat

Adapun kekesalan warga Treju NC tersebut, dikarenakan lima tahun yang lalu dirinya sudah pernah mencoba ingin membuka lahan hutan yang dipadati pokok kayu besar di atas perladangan Masyarakat di Desa Tinada Kecamatan Tinada yang berdampingan dengan Desa Traju Kecamatan Siempat Rube tersebut, adapun alasan NC ingin merambah hutan tersebut, pertama ingin menjadikan lahan tersebut menjadi lahan perladangannya dan sekaligus ingin memampaatkan kayu yang besar-besar tersebut menjadi bahan bangunan rumah

Namun belum saja hutan tersebut di rambahnya, berbagai informasi disampaikan orang – orang Desa tersebut padanya, bahwa hutan tersebut masuk zona Hutan Negara. bahkan informasi tersebut bukan hanya informasi dari masyarakat saja yang membuat dirinya mengurungkan niat untuk merambah hutan tersebut, bahkan dari pihak polisi hutan (Polhut) pada saat itu masih Dinas Kehutanan Kab Pakpak Bharat, turut menjelaskan hal serupa bahwa hutan diatas perladangan masyarakat Desa Tinada dan Desa Teraju tersebut masuk zona hutan Negara.

“saya heran saja melihat Dinas Kehutanan ini, dimana dari sejak lima tahun yang lalu pada saat itu Dinas Kehutanan Kabupaten Pakpak Bharat yang saat ini Dinas Kehutanan disatukan menjadi Dinas Kehutanan Provsu. toh sama membuat kebingungan atau ketakutan masyarakat terkait tapal batas hutan negara dan hutan rakyat,’ dengan nada kecewa atas kinerja Dinas Kehutanan Provsu

BACA JUGA :  PT. ADHI KARYA SUDAH MENYEDIAKAN APD UNTUK PARA PEKERJA JARGAS DI KOTA LANGSA

” karena, masih lanjut NC, jika pihak Dinas Kehutanan Kabupaten Pakpak Bharat yang dulu membuat tapal batas tersebut mungkin saya sudah punya lahan perladangan lima tahun yang lalu. sama halnya saat ini Dinas Kehutanan provsu sama saja tetap membiarkan tidak membuat tapal batas antara hutan Negara dan Hutan Rakyat. Membuat saya jengkel melihat kinerja Dinas Kehutanan Provsu sampai saat ini, lahan yang dahulu yang mau saya kuasai namun ada beredar informasi itu masuk hutan Negara, ternyata sekarang toh sudah gundul dikuasai oleh perseorangan,” kesal nya.

sembari NC meminta Dinas Kehutanan Provsu jangan buat jebakan atau perangkap terkait tapal batas hutan negara dan hutan rakyat, agar tidak membuat warga was-wasan membuka hutan di Kabupaten Pakpak Bharat, dirinya meminta Kepala Dinas Kehutanan Provsu segera membuat tapal batas yang benar dan akurat.

Menindak lanjuti apa yang menjadi keresahan Masyarakat Kabupaten Pakpak, dimana lokasi hutan negara di Kabupaten Pakpak Bharat hampir mencapai 75%, yang mengkuatirkan tidak sedikitnya warga yang Memanfaatkan hutan tersebut sudah masuk hutan negara dan nantinya terjerat hukum.

BACA JUGA :  SAMPAI SAAT INI KANTOR ULP KABUPATEN PAKPAK BHARAT KOSONG POKJA

Hasil konfirmasi trenberita.info, terkait adanya pembukaan Lahan di daerah pegunungan wilayah sekitaran antara Desa Tinada dengan Desa Traju dekat Pajak Klohi Kabupaten Pakpak Bharat, melalui penjelaskan oleh Petugas Lapangan Paku Edianto Berutu (18/06/2019), bahwa Lahan yang disebut sebut telah dibuka, setelah disurvei, Paku menjelaskan bahwa itu adalah jona putih (APL) diluar kawasan hutan lindung, yg artinya masyarakat bisa mengerjakannya.

hal serupa disampaikan Kasi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat Evendi Hutasoid.SH  di ruang kerjanya UPT Dairi juga mengatakan bahwa ” kawasan yang dibuka juga memiliki batas batas titik koordinat, sampai mana masyarakat bisa membukanya,” tandas nya.

Namun disayangkan salah satu petugas yang berkompeten di bidang batas koordinat tersebut tidak dapat dihubungi oleh Kasi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat Evendi Hutasoid.SH sehingga apa yang disampaikan Petugas Lapangan Paku Berutu dan Evendi Hutasoid.SH tersebut terkesan sama sekali tidak akurat karena ternyata Paku dan Evendi sendiri tidak mengetahui secara pasti  batas batas yang di maksut  juga sampai mana Pembukaan Lahan bisa dikerjakan

Sembari  Evendi Hutasoit menambahkan, apa bila suatu saat ada masyarakat ingin membuka lahan tapi mereka ingin tau apakah itu Kawasan zona hutan lindung atau tidak,maka beliau siap mengerahkan petugas lapangan turun melakukan survei.(TB.Patar Sinamo/Robinson Banurea)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!