Kamis, Februari 22, 2024
BERANDARAGAMDIMINTA CAMAT TINADA DAN KAPOLSEK SUKARAMAI JUGA PEMERINTAH DESA TINADA JANGAN TUTUP...

DIMINTA CAMAT TINADA DAN KAPOLSEK SUKARAMAI JUGA PEMERINTAH DESA TINADA JANGAN TUTUP MATA DENGAN KELUHAN WARGA ATAS KERUSAKAN JALAN PERTANIAN AKIBAT PENGAMBILAN KAYU SESUAI HASIL KESEPAKATAN

PAKPAK BHARAT, SUMUT – trenberita.co | Masih ingatkah kita ada sejumlah warga pemilik lahan Pertanian di Lemmas Desa Tinada Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara, yang melayangkan surat dumas ke kantor Polres Pakpak Bharat ?

Sesuai berita sebelumnya :

 PETANI LAPORKAN AKTIPITAS PENGAMBILAN KAYU MEMBUAT RUSAKNYA JALAN MEREKA

PAKPAK BHARAT, SUMUT – trenberita.co | Beberapa petani yang berlokasi di lemmas Desa Tinada Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat Sumut, laporkan aktipitas pengambilan kayu yang berlangsung di Kecamatan Tinada ke pihak Polres Pakpak Bharat baru – baru ini.

Adapun menjadi keberatan para petani dikarenakan ulah para pengusaha kayu tersebut, karena jalan pertanian  yang menjadi akses lalu lalang mobil pengangkut kayu juga alat berat oleh pengusaha pengambil kayu sehingga jalan pertaian jadi rusak.

Tujuan petani atau warga yang terlibat keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke polres Pakpak Bharat,  untuk meminta pihak penegak hukum khususnya Polres Pakpak Bharat menghentikan kegiatan pengambilan kayu di Kecamatan tersebut khususnya yang menggunakan akses jalan pertanian. Juga agar pihak kapolres pakpak Bharat melakukan peninjauan terkait keberadaan para pengusaha kayu di Daerah ini, mulai dari legilitas usaha juga sampai dengan pemakaian bahan bakar seperti minyak untuk alat beret yang di gunakan menganbil kayu tersebut apakah tidak menggunakan minyak subsidi.

Selain itu para petani menjelaskan, semenjak jalan pertanian berlokasi di lemmas tersebut  menjadi akses para pengambil kayu tidak ayal saat ini jalan mereka sudah rusak parah membuat para petani di sekitar itu saat ini sudah kesulitan untuk  berjalan menuju ladang mereka, bahkan sedikitpun tidak ada niat para pengusaha kayu untuk memperbaikinya.

” kami selama ini begitu terbantu ketika jalan menuju pertanian lemmas di perbaiki pemerintah beberapa tahun yang lalu, artinya ketika kami mengeluarkan hasil pertanian kami pun dari ladang sangat mudah. Namun baru beberapa minggu ini ada pengusaha pengambil kayu beroperasi di kecamatan tinada yang menggunakan akses jalan pertanian lemmas ini,  untuk melintas saja pun saat ini kami sudah kesulitan

Makanya kami sudah buat surat keberatan atau melaporkan kejadian tersebut ke polres atas kegitan pengambilan kayu tersebut, kiranya agar pihak pengambil kayu bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut dan menghentikan aktipitas mereka, ” Singkat MB ( 10 – 04 – 2023).

Waktu yang sama, salah satu warga Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat, sengaja indetitasnya tidak di muat di media ini menjelaskan, bahwa tiga minggu yang lalu pengambilan kayu tersebut berlangsung di Kecamatan Siempat Rube, namun karena ada perjanjian yang tidak mereka (pihak pengusaha kayu) tepati yakni  jalan yang mereka lalui harus di perbaiki setelah sudah ada hasil kayu yang mereka keluarkan.

” sebenarnya pihak pengambil kayu yang sudah pindah lokasi ke Kec Tinada tersebut, sebelumnya mereka beroperasi di lokasi kami di Kec. Siempat  Rube ini, namun setelah kami lihat tidak ada kepeduliannya untuk memperbaiki jalan yang rusak, sehingga kegiatan mere kami stop,”  kata warg

Adapun surat keberatan petani tersebut di serahkan ke pihak Polres Pakpak Bharat, pada tanggal 02 Mei 2023 melalui sium Polres Pakpak Bharat.(01)

Setelah adanya surat dumas yang di sampaikan warga ke Polres Pakpak Bharat beberapa pekan lalu, ternyata pihak Pengabil kayu sebut saja PT. Toba Pulp Lestari membuat kesepakatan bersama antara pihak perwakilan pengguna jalan pertanian Lemmas yang di hadiri oleh Pemerintah Kecamatan melalui Camat Tinada dan Kapolsek Sukaramai juga Pemerintah Desa Tinada sampai BPD Tinada, Tokoh Masyarakat, pertemuan tersebut yang di selenggarakan di Aula Kantor Desa Tinada pada hari Jumat tanggal, 12 Mei 2023.

Adapun isi surat kesepakatan tersebut sebagai berikut :

Pada hari ini Jumat Tanggal dua belas bulan mei tahun dua ribu dua puluh tiga bertempat di aula kantor kepala desa tinada, telah dilaksanakan musyawarah tentang penyelesaian terhadap kerusakan jalan lemmas yang diakibatkan oleh alat berat dan truk pengakut kayu. Pemerintah desa tinada, BPD tinada, pihak PT. Toba Pulp Lestari, tokoh masyarakat dan utusan masyarakat pemilik lahan pertanian.

BACA JUGA :  PEMBAGIAN BLT DANA DESA KAMPUNG SINTUBAN MAKMUR KEPADA WARGA TERDAMPAK COVID-19

Adapun kesepakatan sebagai hasil dari musyawarah tersebut adalah sebagai berikut :

1. Jalan akan diperbaiki mulai hari Senin,  15 mei 2023.

2. Diijinkan mengangkut kayu tersebut pada saat perbaikan jalan berlangsung

3. Setelah pengambilan kayu selesai jalan tersebut layak digunakan oleh masyarakat

4. Dalam pelaksanaan proyek saat melintasi jalan diharapkan tidak ada gangguan dari pihak manapun

5. Semua yang sudah diperbaiki diserahkan kepada masyarakat. 

6. Setelah kesepakatan ini dibuat kedua belah pihak tidak akan mengungkit masalah dikemudian hari. 

Demikian berita acara kesepakatan ini diperbuat tapa unsur paksaan dari pihak manapun untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

pihak I, pemilik lahan pertanian Mahadin Boangmanalu, pihak II, pihak PT. Toba Pulp Lestari, Haris H. Milala. masing masing membubuhkan tanda tangan diatas materai 10000.

sedangkan saksi pihak pertama antara lain:

Mr. Jatimur Sinamo

Marison Solin.

Saksi dari pihak II :

I. Depari

James Padang.

Masing – masing membubuhkan tanda tangan.

turut membubuhkan tanda tangan lainnya, Sukut Nitalun, mengetahui, Ketua BPD dan dicap stempel oleh kepala desa tinada.

SURAT KESEPAKATAN

    Hasil konfirmasi dengan Camat Kecamatan Tinada melalui WhatsApp (16/06/2023)

Izin Konfirmasi pak camat.  Apakah hasil musyawarah oleh pihak PT. Toba Pulp Lestari dengan pihak pemilik lahan pertanian di lemmas yang di hadiri oleh : 

1. Kapolsek Sukaramai

2. Camat Tinada

3. Pemerintah Desa Tinada

4. BPD Tinada

5. Pihak PT.  Toba Pulp Lestari

6. Tokoh Masyarakat 

7. Dan utusan Masyarakat Pemilik Lahan Pertanian. 

Yang menjadi saksi Pihak 1: 

1. Mr. Jatimur Sinamo

2. Marison Solin

3. Sukut Nitalun. 

Saksi Pihak II :

1. I. Depari

2. James Padanh. 

Adapun isi kesepakatan tersebut :

1. Jalan akan diperbaiki mulai hari Senin,  15 mei 2023.

2. Diijinkan mengangkut kayu tersebut pada saat perbaikan jalan berlangsung

3. Setelah pengambilan kayu selesai jalan tersebut layak digunakan oleh masyarakat

4. Dalam pelaksanaan proyek saat melintasi jalan diharapkan tidak ada gangguan dari pihak manapun

5. Semua yang sudah diperbaiki diserahkan kepada masyarakat. 

6. Setelah kesepakatan ini dibuat kedua belah pihak tidak akan mengungkit masalah dikemudian hari. 

Apakah kesepakatan tersebut sudah terlaksana ? 

Hasil pantauan kami di lapangan atau jalan lemmas sampai saat ini jaan tersebut masih rusak 

Apakah proyek yang saat ini sedang berlangsung di lokasi jalan pertanian progran Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dengan pagu anggaran lebih urang 500 juta di jalan Lemmas tersebut  tidak masalah,  karena jalan tersebut rusak karena kegiatan pengambilan kayu,  namun proyek Pisew yg mengerjakan ? 

Sajauh mana tanggung jawab pemerintah kecamatan atau pihak polsek dengan jalan yg sampai saat ini belum di perbaiki tersebut ? 

Salam dari kami,  trenberita.co🙏

Jawaban Camata Tinada :

 Sepanjang tidak ada keberatan kkad pisew memperbaiki program tersebut kami hanya menghimbau

 Agar dilaksanakan sesuai Rab dengan pengawasan konsultan

Waktu yang sama hasil konfirmasi media ini dengan Kapolsek Sukaramai melalui WhatsApp :

[22.08, 16/6/2023] P Juniper Sinamo: Izin Konfirmasi pak pak Kapolsek. Apakah hasil musyawarah oleh pihak PT. Toba Pulp Lestari dengan pihak pemilik lahan pertanian di lemmas yang di hadiri oleh : 

1. Kapolsek Sukaramai

2. Camat Tinada

3. Pemerintah Desa Tinada

4. BPD Tinada

5. Pihak PT.  Toba Pulp Lestari

6. Tokoh Masyarakat 

7. Dan utusan Masyarakat Pemilik Lahan Pertanian. 

Yang menjadi saksi Pihak 1: 

1. Mr. Jatimur Sinamo

2. Marison Solin

3. Sukut Nitalun. 

Saksi Pihak II :

1. I. Depari

2. James Padanh. 

Adapun isi kesepakatan tersebut :

1. Jalan akan diperbaiki mulai hari Senin,  15 mei 2023.

2. Diijinkan mengangkut kayu tersebut pada saat perbaikan jalan berlangsung

3. Setelah pengambilan kayu selesai jalan tersebut layak digunakan oleh masyarakat

BACA JUGA :  DESA GAMPONG SUNGAI PAUH PUSAKA KECAMATAN LANGSA BARAT SEMBELIH 5 EKOR HEWAN KURBAN TAHUN 2020

4. Dalam pelaksanaan proyek saat melintasi jalan diharapkan tidak ada gangguan dari pihak manapun

5. Semua yang sudah diperbaiki diserahkan kepada masyarakat. 

6. Setelah kesepakatan ini dibuat kedua belah pihak tidak akan mengungkit masalah dikemudian hari. 

Apakah kesepakatan tersebut sudah terlaksana ? 

Hasil pantauan kami di lapangan atau jalan lemmas sampai saat ini jalan tersebut masih rusak 

Apakah proyek yang saat ini sedang berlangsung di lokasi jalan pertanian program Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dengan pagu anggaran lebih urang 500 juta di jalan Lemmas tersebut  tidak masalah,  karena jalan tersebut rusak karena kegiatan pengambilan kayu,  namun proyek Pisew yg mengerjakan ? 

Sajauh mana tanggung jawab pemerintah kecamatan atau pihak polsek dengan jalan yg sampai saat ini belum di perbaiki tersebut ? 

Salam dari kami,  trenberita.co🙏

jawab Bapak Kapolsek Sukaramai : 

 Bang maaf sebelumnya kl masalah tanggung jawab kenapa sama forkapimca ? 

Kita forkapimca hanya sbg mediator lo jangan salah bang …. 

Kl pertanyaan kenapa blm diperbaiki ya itu tanggung jawab dr pihak pengelola.

Jd bilamana blm terlaksana bisa nanti forkapimca yg menegur mereka, gitu lo

Jangan asal menyalahkan atau melempar tanggung jawab.

lanjut trenberita.co :

 Makasih pak🙏

 Izin pak,  mohon maaf saya tidak ada niat menyalahkan bpk,  melainkan aku sebatas konfirmasi saja pak 🙏

Jawab Kapolsek : 

Maaf saya juga bang, sayapun tdk tahu seperti ini, besok akan saya tanyakan sm yg bertanggung jawab

Tks infonya bang 👍🙏🏻.

Yang membingungkan dalam kejadian tersebut, dimana sesuai surat kesepakatan jalan rusak akibat alat berat dan truk milik pengelola kayu dan akan di perbaiki oleh pengelola kayu pada tanggal 15 mei 2023, namun yang sampai saat ini jalan tersebut belum ada di perbaiki pihak pengelola kayu atau sudah lewat waktu yang telah di sepakati

GAMBAI INI DI AMBIL PADA TANGGAL, 16 /06/2023. KONDISI JALAN LOKASI PERTANIAN LEMMAS DIDUGA BELUM ADA DI PERBAIKI. MASIH TERLIHAT PUING – PUING SISA PENGAMBILAN KAYU.

Namun ternyata sebahigan jalan pertanian Lemmas yang rusak tersebut saat ini sudah ada masuk proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Direktoral Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara

PLANG PROYEK YANG SUDAH BERLANGSUNG DI JALAN PERTANIAN lEMMAS.

Menjadi pertanyaan, jalan rusak sesuai dengan surat kesepakatan yang dibuat pihak pengelola kayu dan pihak pengguna jalan pertanian Lemmas karena dilalui alat berat dan truk oleh pengelola kayu dan akan di perbaiki pada tanggal 15 mei 2023, ternyata hal tersebut menurut warga perbaikan jalan oleh pengelola kayu tidak trelisasi sampai saat ini, lalu mengapa pula ada proyek pusat saat ini sudah bekerja untuk membuat bangunan rabat beton di jalan tersebut ? 

Mengapa sampai saat ini pemerinta Kecamatan Tinada yakni Camat dan Kapolsek Sukaramai juga pemerintah Desa Tinada  seakan – akan diam dan tidak mau tau atas janji atau kesepakatan yang sudah dibuat oleh pihak pengelola kayu untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut ? 

Tentu hal ini sangat membingungkan atas sikap Pemerintah Kecamatan yakni Camat dan Kapolsek Juga Pemerinta Desa Tinada ini, dimana didalam surat kesepakatan antara pihak pengelola kayu dangan masyarakat pengguna jalan pertanian lemmas tersbut ketiga intansi ini yakni camat, kapolsek juga kepala desa turut merta hadir dalam acara pembuatan perjanjian kesepakatan tersebut, namun menurut warga sampai saat ini jalan tersebut belum di perbaiki namun ketiga intansi ini terkesan tutup mata ?

Tentunya sebagai kita ketahui bersama keberadaan pemerintah itu, tentunya tidak lain terutama mengayomi warga dan melindungi hak – hak yang semestinya yang menjadi hak warga itu sendiri, bukan seperti informasi yang kita ketahui bahwa terkesan pihak pemerintah Kecamatan Tinada juga pemerinta Desa Tinada seakan – akan tidak peduli dengan keluah warganya kususnya dalam timbulnya jalan rusak akibat ulah pengelola kayu dan pemerintah kecamatan terkesan sampai saat ini seakan -akan tidak tau menau bahwa jalan tersebut ternyata tidak di perbaiki pihak pengelola kayu tersebut.(10)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!