Rabu, Februari 21, 2024
BERANDAHUKUMBUPATI TAPANULI UTARA TEGASKAN TIDAK ADA  KELUARGA DALAM PEMERINTAHAN

BUPATI TAPANULI UTARA TEGASKAN TIDAK ADA  KELUARGA DALAM PEMERINTAHAN

TAPUT SUMUT – trenberita.info | Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Aek Marubun yang tepatnya di desa Sitompul Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara diduga dikerjakan menggunakan material lama dan tidak sesuai dengan spek pembangunan yang sudah ditentukan. Proyek pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi Aek Marubun tersebut dikerjakan oleh CV. ARTHUR SALOMO dengan jumlah anggaran Rp 488.660.000,- yang sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Taput Tahun anggaran 2019.

Ironisnya rekanan yang mengerjakan proyek rehabilitasi jaringan irigasi Aek Marubun itu disebut salah satu seorang pengawas proyek irigasi yang bermarga Sitompul mengatakan, “ya” memang rekanannya masih keluarga dekat Bupati Tapanuli Utara terangnya.

Hasil pantauan trenberita.info dilapangan, di duga menggunakan material bongkaran bangunan lama dan kuat dugaan tidak sesuai dengan standard spesifikasi konstruksi bangunan, maka dari itu ada dugaan terindikasi pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Aek Marubun yang dikerjakan oleh CV. ARTHUR SALOMO diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB) berarti ada penyelewengan anggaran yang merugikan negara dan juga masyarakat, sehingga dengan pekerjaan yang diduga tidak sesui spesifikasi teknik tersebut mengakibatkan akan mempengaruhi kualitas bangunan dan dikuawatirkan tidak tahan lama.

BACA JUGA :  GAGAL MELAKUKAN KONFIRMASI DENGAN MANAGER HOTEL PIA PANDAN, WARTAWAN TRENBERITA TIBA - TIBA KENA TEROR

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumut Lembaga swadaya masyarakat (LSM) OMCI (Obor Monitoring Citra Independen) Maniur Manalu  mengatakan “Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Aek Marubun ini kalau menggunakan material bongkaran lama itu tidak bisa dan itu sudah menyalahi aturan yang berlaku, dan setelah pekerjaannya sudah selesai nanti sampai batas kontrak pekerjaan kita akan buat laporan ke Polda Sumut, “tegas Maniur kepada trenberita.info Rabu (6/11/2019).

Di tambahkan Maniur Manalu “Menurutnya rekanan seperti ini sama sekali tidak memikirkan kualitas pekerjaan, melainkan hanya memikirkan keuntungan semata, padahal rekanan-rekanan yang sudah dipercaya pemerintah seharusnya lebih hati-hati dalam mengerjakan proyek pemerintah tersebut, karena apapun bentuknya uang yang digunakannya adalah uang pemerintah, yang mana semua nya dihasilkan dari pajak masyarakat, maka dari itu perlu juga pengawasan yang optimal dari semua pihak yang berkompeten, baik dari konsultan, internal Dinas maupun lembaga lainnya, agar supaya kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi pemerintah senantiasa tetap terjaga, “Pungkasnya.

BACA JUGA :  DIDUGA BUPATI TAPTENG TIDAK MAMPU BERANTAS MEJA JUDI GELPER JACKPOT MENJAMUR DI DAERAHNYA

Terkait dengan adanya sebutan rekanan yang masih keluarga dekat dengan Bupati, Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan ketika di konfirmasi trenberita.info Rabu (6/11/2019) lewat pesan WhatsApp mengatakan, “Inspektorat akan turun, tidak ada istilah keluarga urusan negara. Dan saya tidak tahu itu kegiatan siapa, terangnya dengan singkat. (TB.Reno H)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!