Kamis, Februari 22, 2024
BERANDARAGAMAPA YANG MENJADI ANEH TAPI NYATA ERA KEPEMPINAN BUPATI PAKPAK BHARAT FBT...

APA YANG MENJADI ANEH TAPI NYATA ERA KEPEMPINAN BUPATI PAKPAK BHARAT FBT – MO ?

PAKPAK BHARAT – trenberita.co | Coba Kembali kita runut setelah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik Frans Bernhard Tumanggor dan DR. Mutsyuhito Solin, M.Pd sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat untuk masa jabatan 2021-2024 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (26/02/2020).

Pasangan pemenang Pemiihan Umum yang lalu ini dilantik bersama  Para kepala daerah yang dilantik adalah hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Kita menghitung mulai daripada pelantikan Frans Bernhard Tumanggor bersama DR. Mutsyuhito Solin,M.Pd terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat masa bakti 2021-2024, menjadi aneh tapi nyata sampai saat ini jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat sudah berjalan lebih kurang dua (2) tahun empat (4) bulan atau tinggal sisa masa jabatan Bupati dan wakil Bupati libih kurang hannya sebelas (11) bulan lagi sesuai dilaksanakan pemilihan serentak untuk kepala daerah tahun 2024 yang akan datang.

DIMANA ANEH DAN NYATA TERSEBUT ? 

Dimana sampai saat ini Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Frans Bernhard Tumanggor bersama DR. Mutsyuhito Solin,M.Pd ternyata belum mampu mengisi kekosongan jabatan Eselon dua (II) di jajaran Pemerintahan Pakpak Bharat. Adapun kekosongan Eselon II tersebut sampai saat ini antara lain, 1. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Permasyarakatan, 2. Asisten satu dan Asisten dua,3. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), 4. Dinas Perumahan Rakyat & Kawasan Pemukiman (PERKIM),5. Dinas Pariwisata, 6. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,7. Dinas Perpustakaan, 8. Kepala Satpol PP.

BACA JUGA :  PELAKU PENGEROYOKAN WARGA ACEH DI TANGGERANG HARUS DI HUKUM MATI

Pertanyaan kita apakan dengan sisa waktu masa jabatan Buapti dan Wakil Bupati Pakpak Bharat lebih kurang hannya tinggal sebelas (11) bulan ini lagi Bupati dan Wakil Bupati bisa mengisi kekosongan eselon dua tersebut, atau akankah sampai habis masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati kekosongan eselon dua ini menjadi catatan sejarah baru di Daerah Kabupaten Pakpak Bharat ini nantinya ?

Hasil Konfirmasi kru media ini dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Pakpak Bharat baru – baru ini di ruang kerjanya mempertanyakan dengan kekosongan jabatan Eselon dua (II) tersebut . 

Menjelaskan ” bahwa demi mengisi kekosongan eselon II tersebut dimana setiap tahun ada kita buka seleksi terbuka untuk lelang jabatan tersebut namun tidak ada yang mendaftar.

Bahkan untuk tahun ini 2023 tetap kita buka seleksi jabatan tersebut, karena tahun lalu kita buka namun tidak cukup persyaratan, karena  persyaratan dalam satu jabatan harus ada minimal empat (4) orang yang mendaftar, dan ketika kita perpanjang waktu mendaftarnya yakni peserta pendaftar cukup 3 orang, namun itu juga tida ada yang mau mendaftar.

Masih keteranga BKD, mungkin kalau tidak ada kendala, kita akan urus melalui KSN pastinya untuk persyaratan dapat di permudah golongen 4a, minimal sudah 3 x menduduki golongan eselon 3, disinilah kendalanya para peserta tidak memenuhi siarat.

Pertanyaan Media : Apakah sampai usai atau habis jabatan Bupati dan Wakil bupati nantinya tetap kosong untuk jabatan eselon II di Daerah ini ?

BACA JUGA :  PEMKO LAYANGKAN SP 1 KEPADA PENGUSAHA EFARINA MINTA PEMBANGUNAN DIHENTIKAN

BKD menjelaskan, “Sesuai dengan ketentuan kita mau bilang apa lagi, solusinya mendorong pemerintahan ini, tentunya tetap harus Plt. Harapan kita untuk lelang jabatan tahun ini kiranya harus ada yang mendaftar, itupun harus melalui seleksi dua tahapan yakni seleksi adminitrasi, uji kopentensi”, jelas Kepala BKD Kabupaten Pakpak Bharat.

Pertanyaan Media : Apakah termasuk mantan Staf ahli Bupati pakpak Bharat Jonpiber Solin  dan Hanapi Padang termasuk tidak cukup persyaratan sedangkan kedua nama ini merupakan mantan menduduki jabatan Eselon II ?

BKD menjelaskan : ” Melalui dilakukan uji kopensi, nah kedua ini juga tidak mencukupi persyaratan hingga mereka tidak bisa diangkat lagi untuk menduduki jabatan eselon II. Awalnya kedua orang ini di uji kopensi lolos sehingga kedua orang ini sempat menduduki Staf Ahli Bupati atau Eselon II, namun setelah dua tahun kemudian ada lagi uji kopentensi di situ kedua ini tidak lolos senghingga harus keluar dari staf ahli tersebut,”.

Pertanyaan Media : Mengapa harus ada Pimpinan OPD yang rangkap jabatan kadis atau menduduki dua kedudukan eselon II kenapa tidak mengangkat sekretaris OPD yang kosong itu saja menjadi Plt di dinas itu ? 

BKD menjelaskan : ” Kalau masalah Plt, tentunya itu ada penilaian kinerja, nah penilai kenerja memberi masukan kepada pimpinan dan pimpinan yang memutuskan,” jelas Sartono Padang Kepala BKD Pakpak Bharat.(06)

ARTIKEL TERKAIT
error: Content is protected !!